Memuat data pasar…
Investment Berita Saham

Kisah Menarik Penemuan Harta Karun Saat Libur Sekolah

RI

Tim Redaksi Regular Investor

Sabtu, 18 Juli 2026

2 menit
Kisah Menarik Penemuan Harta Karun Saat Libur Sekolah

Penemuan harta karun oleh seorang pelajar SMP asal Kediri, Jawa Timur, menggegerkan masyarakat dan membawa perubahan besar dalam hidupnya.

Rezeki bisa datang dari arah yang tidak pernah disangka, seperti yang dialami oleh Seger, seorang pelajar SMP asal Kediri, Jawa Timur. Ia menemukan harta karun berupa emas dengan nilai mencapai miliaran rupiah saat berusia 15 tahun.

Penemuan Harta Karun yang Mengubah Hidup

Peristiwa penemuan harta karun ini terjadi pada 1988, ketika Seger tengah menikmati masa libur sekolah untuk menyambut tahun ajaran baru. Tanpa sengaja, ia menemukan emas senilai Rp3,1 miliar.

Kisah Seger bermula saat libur pergantian tahun ajaran tiba. Ia merasa senang sekaligus cemas karena harus membayar biaya sekolah. Seger memutuskan bekerja sebagai buruh tani untuk menebus biaya sekolah.

Kisah Penemuan Harta Karun

Seger menggali sawah milik orang lain setiap hari dari pagi hingga senja. Pada 21 Juni 1989, saat sedang mencangkul tanah, cangkul Seger menghantam sesuatu yang keras, bukan batu, tapi dentingan logam yang asing, seperti suara emas beradu.

Penasaran, Seger menggali lebih dalam dan menemukan sebuah benda pipih berlapis emas murni, dihiasi permata dan berlian. Ia memanggil dua temannya dan bersama-sama mereka membawa benda misterius itu ke kantor polisi.

Nilai Harta Karun yang Tinggi

Benda yang ditemukan Seger memiliki dimensi sekitar 25x35 cm dengan berat mencapai 1,2 kilogram. Benda tersebut diketahui terbuat dari emas murni dan dihiasi dengan 48 butir permata serta berlian.

Nilai emas seberat 1,2 kilogram saja sudah bernilai miliaran rupiah. Belum lagi jika dihitung nilai dari permata, berlian, dan faktor sejarah yang menyertainya.

Dampak Penemuan Harta Karun

Seger tidak bisa menikmati seluruh nilai dari harta karun tersebut karena benda bersejarah itu langsung diserahkan kepada negara dan kini tersimpan di Museum Nasional, Jakarta.

Presiden Soeharto saat itu memberikan kompensasi sebesar Rp19,4 juta kepada Seger, serta menjamin beasiswa pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi.

Meski gagal menjadi miliarder muda, Seger tak menyesal karena mendapat pengalaman yang tak terulang seumur hidupnya, yakni mendapat harta karun ketika liburan sekolah.

Bagi investor ritel Indonesia, kisah Seger mengingatkan bahwa keberuntungan dan kesempatan dapat datang dari arah yang tidak terduga. Oleh karena itu, penting untuk selalu waspada dan siap menghadapi kesempatan yang mungkin datang dalam hidup kita. Dalam konteks investasi, ini berarti selalu memantau pasar dan siap untuk mengambil keputusan yang tepat saat kesempatan muncul, seperti membeli saham BBRI atau BMRI saat harga rendah.

Disadur dan ditulis ulang oleh redaksi Regular Investor dari pemberitaan CNBC Indonesia.

Disclaimer: Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Tags: #Investment#Berita Saham