🌍 Global
Geopolitik, kebijakan bank sentral dunia, perang dagang, dan tren ekonomi internasional.
Trump Yakin Konflik dengan Iran Segera Berakhir, Rusia Tegaskan Dukungan Penuh
Menlu Iran Bertemu Wang Yi di Beijing, Hubungan Iran-China Kian Erat Jelang KTT Trump-Xi
Fed Minutes: Pejabat Khawatir Stagflasi, Opsi Suku Bunga Terbagi Dua Kubu
Perang Dagang AS-China Babak Baru: Tarif Chip Naik 35%, Teknologi Makin Terancam
ECB Pangkas Suku Bunga 25 bps ke 2,5%, Inflasi Zona Euro Mendekati Target
Semua Artikel Global

Trump Yakin Konflik dengan Iran Segera Berakhir, Rusia Tegaskan Dukungan Penuh
Presiden AS menyatakan optimismenya bahwa ketegangan dengan Iran akan segera terselesaikan, sementara Rusia mempertegas komitmennya untuk mendukung Teheran secara diplomatik.
Menlu Iran Bertemu Wang Yi di Beijing, Hubungan Iran-China Kian Erat Jelang KTT Trump-Xi
Menteri Luar Negeri Iran melakukan kunjungan ke Beijing dan bertemu Menlu China Wang Yi, memperkuat kemitraan strategis menjelang pertemuan puncak Trump-Xi.
Fed Minutes: Pejabat Khawatir Stagflasi, Opsi Suku Bunga Terbagi Dua Kubu
Risalah rapat FOMC mengungkapkan kekhawatiran mendalam soal stagflasi. Dua kubu terpecah: satu ingin tahan suku bunga, yang lain siap naikkan jika inflasi memburuk.
Perang Dagang AS-China Babak Baru: Tarif Chip Naik 35%, Teknologi Makin Terancam
Washington menaikkan tarif impor semikonduktor asal China menjadi 35%, memicu kekhawatiran baru atas rantai pasokan global dan prospek industri teknologi.
ECB Pangkas Suku Bunga 25 bps ke 2,5%, Inflasi Zona Euro Mendekati Target
Bank Sentral Eropa memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 2,5%, setelah inflasi zona Euro turun ke 2,1% mendekati target 2%.
Resesi Jepang Berakhir, GDP Q1 Tumbuh 1,2% Didorong Ekspor dan Wisatawan
Jepang keluar dari resesi teknis setelah GDP kuartal pertama 2026 tumbuh 1,2% QoQ, didukung lonjakan ekspor otomotif dan rekor wisatawan mancanegara.
OPEC+ Perpanjang Pemangkasan Produksi hingga Q4 2026, Harga Minyak Merespons
OPEC+ sepakat memperpanjang pemangkasan produksi minyak sukarela 2,2 juta barel per hari hingga akhir kuartal keempat 2026, mendorong harga Brent melonjak 3%.