Memuat data pasar…
Investment Aksi Korporasi

RANS Entertainment (RANS) Diversifikasi Bisnis, Jaga Keberlanjutan di Tengah Penurunan Pendapatan

RI

Tim Redaksi Regular Investor

Jumat, 10 Juli 2026

3 menit
RANS Entertainment (RANS) Diversifikasi Bisnis, Jaga Keberlanjutan di Tengah Penurunan Pendapatan

PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) melakukan diversifikasi bisnis untuk mengurangi ketergantungan pada figur pendiri, menyikapi tren penurunan pendapatan sejak 2023.

PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS), entitas bisnis yang didirikan oleh pasangan selebriti Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, tengah menghadapi tantangan signifikan berupa tren penurunan pendapatan yang telah berlangsung sejak tahun 2023. Menanggapi kondisi ini, perseroan menegaskan komitmennya untuk melakukan diversifikasi lini bisnis secara agresif. Langkah strategis ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap figur pribadi para pendirinya, demi mencapai pertumbuhan usaha yang lebih berkelanjutan di masa depan.

Direktur Utama RANS, Nagita Slavina, dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, menjelaskan bahwa penurunan pendapatan yang diproyeksikan hingga tahun 2025 merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. Menurutnya, ini adalah upaya untuk membangun fondasi bisnis yang lebih kokoh dan tidak hanya bertumpu pada popularitas individu.

Strategi Diversifikasi untuk Keberlanjutan Jangka Panjang

Nagita Slavina memaparkan bahwa upaya diversifikasi telah dijalankan RANS selama beberapa tahun terakhir. Fokus utama adalah menggeser sumber pendapatan dari aktivitas yang sangat terikat pada citra personal Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Data menunjukkan bahwa kontribusi pendapatan dari peran sebagai brand ambassador berhasil ditekan secara konsisten. Jika pada tahun 2023 kontribusi ini mencapai sekitar 24 persen, angka tersebut diperkirakan akan menurun menjadi sekitar 14 persen pada tahun 2025.

Sebaliknya, lini bisnis non-media RANS telah menunjukkan pertumbuhan signifikan, menyumbang sekitar 51,76 persen dari total pendapatan perseroan pada tahun 2025. Ini menandakan pergeseran fundamental dalam struktur pendapatan RANS, menjauh dari model bisnis yang terlalu personal dan bergerak menuju portofolio yang lebih beragam dan mandiri.

Fokus Baru: Kekuatan Kekayaan Intelektual dan Teknologi

Ke depan, RANS berencana untuk semakin memperkuat fondasi bisnisnya melalui pengembangan kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) serta pemanfaatan teknologi canggih. Nagita Slavina menggarisbawahi bahwa perseroan akan lebih memfokuskan diri pada produk berbasis IP, penyelenggaraan acara (event), dan integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam operasionalnya.

Pendekatan ini merupakan upaya mitigasi risiko jangka panjang yang krusial. Dengan membangun aset IP yang kuat dan memanfaatkan AI, RANS berharap keberlangsungan bisnisnya tidak lagi bergantung pada popularitas atau kehadiran individu tertentu, melainkan pada nilai intrinsik dan inovasi yang diciptakan oleh perusahaan itu sendiri. Ini adalah langkah proaktif untuk memastikan stabilitas dan pertumbuhan di tengah dinamika pasar yang cepat berubah.

Tantangan Penurunan Pendapatan dan Prospek RANS

Laporan keuangan RANS memang mencerminkan tren penurunan pendapatan yang konsisten sepanjang periode 2023 hingga 2025. Meskipun demikian, manajemen RANS memandang penurunan ini sebagai konsekuensi yang dapat diterima dari strategi diversifikasi yang sedang berjalan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk membangun fondasi bisnis yang lebih kokoh dan mandiri.

Dengan mengurangi porsi pendapatan dari aktivitas yang sangat bergantung pada figur pendiri, RANS berupaya menciptakan model bisnis yang lebih resilien dan memiliki potensi pertumbuhan yang lebih luas di berbagai segmen pasar. Prospek RANS akan sangat bergantung pada keberhasilan implementasi strategi ini, terutama dalam mengembangkan dan memonetisasi IP serta mengintegrasikan AI secara efektif.

Bagi investor ritel di Indonesia, langkah diversifikasi yang diambil oleh PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) ini patut dicermati dengan seksama. Meskipun tren penurunan pendapatan jangka pendek mungkin menimbulkan kekhawatiran, strategi ini menunjukkan komitmen manajemen untuk membangun bisnis yang lebih berkelanjutan dan mengurangi risiko ketergantungan pada figur individu. Investor perlu mengevaluasi potensi jangka panjang dari fokus RANS pada IP-based product, event, dan AI, serta mempertimbangkan risiko eksekusi dalam transisi model bisnis ini. Keputusan investasi pada saham RANS sebaiknya didasarkan pada analisis mendalam terhadap prospek pertumbuhan lini bisnis baru dan kemampuan manajemen untuk mewujudkan visi diversifikasi tersebut.

Disadur dan ditulis ulang oleh redaksi Regular Investor dari pemberitaan Antara Bursa.

Disclaimer: Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Tags: #Investment#Aksi Korporasi