Program Tabungan Anak Trump Diluncurkan, Memicu Debat Manfaat Jangka Panjang
Pemerintah AS meluncurkan 'Trump Accounts', skema tabungan dan investasi untuk anak-anak, memicu perdebatan tentang efektivitasnya dalam mendorong literasi finansial dan pemerataan kepemilikan saham.
Pekan ini, Wall Street menyaksikan momen bersejarah ketika lonceng pembukaan pasar dibunyikan dari Ruang Oval Gedung Putih, menandai peluncuran resmi “Trump Accounts”. Skema tabungan dan investasi baru ini dirancang khusus untuk anak-anak Amerika, dengan tujuan utama mendorong budaya berinvestasi sejak dini dan memberikan generasi muda akses ke “American Dream” melalui kepemilikan aset. Namun, di balik gembar-gembor peluncuran, muncul keraguan dari berbagai pihak mengenai apakah program ini akan benar-benar mampu memenuhi janji-janjinya.
Mekanisme dan Manfaat Utama Skema Trump Accounts
“Trump Accounts” kini tersedia bagi seluruh anak-anak di Amerika Serikat yang berusia di bawah 18 tahun, asalkan memiliki nomor jaminan sosial yang valid. Proses pendaftaran dibuat relatif mudah melalui aplikasi khusus yang dapat diunduh oleh orang tua. Salah satu daya tarik utama program ini adalah kontribusi awal sebesar 1.000 dolar AS yang diberikan kepada bayi-bayi yang lahir antara tahun 2025 hingga 2028, sebuah langkah yang diharapkan dapat menjadi pemicu awal tabungan mereka.
Skema ini memungkinkan keluarga, teman, bahkan pemberi kerja untuk menyumbang hingga 5.000 dolar AS per tahun untuk setiap anak. Dana yang terkumpul wajib diinvestasikan dalam reksa dana indeks berbiaya rendah yang dirancang untuk pertumbuhan jangka panjang. Meskipun pertumbuhan dana ini bebas pajak, penarikan dana sebelum usia 59 setengah tahun akan dikenakan pajak dan potensi denda 10 persen. Namun, ada pengecualian jika dana tersebut digunakan untuk tujuan tertentu seperti pendidikan tinggi, pembelian atau pembangunan rumah pertama, atau untuk kebutuhan darurat pribadi.
Program ini hadir melengkapi skema tabungan lain yang sudah ada di AS, seperti Individual Retirement Accounts (IRA) untuk pensiun, dan rencana 529 yang digunakan orang tua untuk biaya kuliah anak. Menurut laporan Kongres, “Trump Accounts” merupakan bentuk baru dari IRA tradisional, namun dengan aturan yang disesuaikan untuk target demografi yang lebih muda.
Perdebatan Seputar Efektivitas dan Aksesibilitas
Peluncuran “Trump Accounts” memicu reaksi yang terbelah. Gedung Putih gencar mempromosikan skema ini sebagai jalan bagi jutaan anak untuk memiliki saham di AS, sebuah kepemilikan yang secara historis “terdistribusi secara tidak merata, dengan banyak rumah tangga – terutama keluarga muda dan berpenghasilan rendah – memiliki sedikit atau tanpa paparan” terhadap pasar modal.
Namun, para kritikus menyuarakan kekhawatiran. Will McBride, kepala ekonom di lembaga think tank Tax Foundation, berpendapat bahwa skema ini terlalu rumit untuk didaftarkan. Ia memprediksi bahwa hanya “minoritas” yang akan benar-benar mendapatkan manfaat, yaitu orang tua yang “relatif berpengetahuan, relatif mampu, dan terorganisir dengan baik.” Adam Michel, direktur studi kebijakan pajak di Cato Institute, mengakui ide skema ini patut diacungi jempol, namun memperingatkan bahwa manfaatnya mungkin “tidak sesuai dengan retorika.” Ia menyoroti potensi denda penarikan dini yang bisa memberatkan anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah, yang mungkin terpaksa menarik dana pada usia 18 tahun untuk “memenuhi kebutuhan hidup,” sehingga justru dikenakan penalti.
Di sisi lain, Andy Blocker, kepala kebijakan di Edward Jones, melihat kontribusi awal 1.000 dolar AS sebagai langkah penting yang “menghilangkan hambatan untuk tidak memiliki apa-apa sebagai permulaan.” Baginya, jika lebih banyak keluarga memiliki jalur yang jelas untuk mulai menabung dan berinvestasi demi masa depan finansial anak-anak mereka, itu sudah merupakan sebuah kesuksesan.
Potensi Pertumbuhan dan Dukungan Korporasi
Sebelum resmi diluncurkan pada 4 Juli, sekitar enam juta keluarga telah mendaftar, meskipun jumlah ini masih sebagian kecil dari puluhan juta anak yang memenuhi syarat. Gedung Putih melaporkan bahwa subsidi 1.000 dolar AS telah disetorkan ke lebih dari setengah juta rekening, sementara total kontribusi dari keluarga Amerika telah mencapai hampir 125 juta dolar AS.
Proyeksi “Trump Accounts” menunjukkan potensi pertumbuhan yang signifikan. Dana awal 1.000 dolar AS diperkirakan bisa tumbuh menjadi 6.000 dolar AS saat anak mencapai usia 18 tahun, bahkan tanpa kontribusi tambahan, berdasarkan rata-rata historis S&P 500. Jika ada kontribusi 250 dolar AS per tahun, dana bisa mencapai 19.000 dolar AS. Potensi terbesar terlihat jika keluarga atau pemberi kerja menyumbang maksimum 5.000 dolar AS per tahun, yang bisa menghasilkan 271.000 dolar AS saat anak berusia 18 tahun.
Skema ini juga mendapat dukungan dari sejumlah nama besar di dunia bisnis, termasuk raksasa investasi BlackRock, yang mencatat sekitar 40% warga Amerika tidak memiliki paparan terhadap pasar keuangan. Beberapa perusahaan AS lainnya, seperti perusahaan pembayaran kartu Visa dan perusahaan teknologi Dell, juga telah menyatakan dukungannya.
Bagi investor ritel di Indonesia, peluncuran “Trump Accounts” di Amerika Serikat memberikan perspektif menarik tentang pentingnya literasi finansial dan investasi jangka panjang sejak usia dini. Meskipun skema serupa belum ada di Indonesia, prinsip dasar untuk memulai investasi sedini mungkin, memanfaatkan kekuatan bunga majemuk, dan memilih instrumen investasi yang tepat untuk tujuan jangka panjang tetap relevan. Investor Indonesia dapat mengambil pelajaran dari inisiatif ini untuk mulai merencanakan masa depan finansial anak-anak mereka, misalnya melalui reksa dana saham atau obligasi, atau bahkan saham-saham pilihan di Bursa Efek Indonesia, dengan fokus pada horizon investasi yang panjang untuk mencapai tujuan finansial yang signifikan.
Disadur dan ditulis ulang oleh redaksi Regular Investor dari pemberitaan BBC Business.
Disclaimer: Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.