Memuat data pasar…
Investment Berita Saham

Rupiah Menguat Lagi, Bisa Balik ke Kisaran Rp17.000?

RI

Tim Redaksi Regular Investor

Sabtu, 11 Juli 2026

2 menit
Rupiah Menguat Lagi, Bisa Balik ke Kisaran Rp17.000?

Rupiah menguat lagi, apakah bisa kembali ke level Rp17.000?

Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tengah dalam tren penguatan pada perdagangan akhir pekan ini, seiring dengan melemahnya indeks dolar AS (DXY).

Penguatan Rupiah dan Faktor Pendukung

Dengan tren ini, lantas apakah kurs rupiah mampu kembali ke level kisaran Rp 17.000/US$ dalam jangka pendek? Ekonom Bank BTN Myrdal Gunarto mengatakan, syarat rupiah bisa ke level Rp17.000-an adalah tekanan global mereda hingga harga minyak dunia konsisten di kisaran US$70 per barel.

Myrdal mengatakan jika kombinasi kondisi itu tercipta, maka rupiah bisa menguat hingga ke Rp17.600 per dolar. Karena proyeksi kita di level sekitar Rp 17.600, investor akan balik dan bikin rupiah kembali menguat sih ke level di bawah Rp 18.000.

Dampak Penguatan Rupiah terhadap Saham

Rupiah kembali melampaui level Rp18.000/US$ setelah sempat ke Rp17.000-an. Melansir data Refinitiv, nilai tukar rupiah ditutup di posisi Rp18.045/US$ atau terapresiasi 0,14% pada perdagangan Jumat. Penguatan ini sekaligus membalikkan posisi rupiah pada penutupan perdagangan sebelumnya, ketika mata uang Garuda ditutup di level terlemah dalam sebulan terakhir.

Implikasi Bagi Investor Ritel

Bagi investor ritel, penguatan rupiah dapat berdampak positif terhadap saham-saham yang terkait dengan ekspor, seperti saham BBRI dan BMRI. Namun, perlu diingat bahwa penguatan rupiah juga dapat mempengaruhi kinerja saham-saham yang terkait dengan impor, seperti saham INDF dan LPKR.

Oleh karena itu, investor ritel perlu memantau perkembangan nilai tukar rupiah dan mempertimbangkan dampaknya terhadap portofolio saham mereka. Dengan demikian, investor ritel dapat membuat keputusan investasi yang tepat dan meminimalkan risiko kerugian.

Disadur dan ditulis ulang oleh redaksi Regular Investor dari pemberitaan CNBC Indonesia.

Disclaimer: Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Tags: #Investment#Berita Saham