Memuat data pasar…
Nasional Berita Saham

Presiden Prabowo Apresiasi Danantara: Kelola Aset US$1 Triliun, Rampingkan BUMN

RI

Tim Redaksi Regular Investor

Selasa, 21 Juli 2026

2 menit
Presiden Prabowo Apresiasi Danantara: Kelola Aset US$1 Triliun, Rampingkan BUMN

Presiden Prabowo Subianto memuji Danantara, dana kedaulatan Indonesia, yang berhasil mengelola aset lebih dari US$1 triliun dan merampingkan ratusan BUMN dalam 18 bulan.

Danantara: Dana Kedaulatan RI yang Bersejarah

Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menyampaikan apresiasi mendalam terhadap kehadiran Danantara, dana kedaulatan (sovereign wealth fund) pertama milik Indonesia. Menurut Presiden Prabowo, pembentukan Danantara merupakan salah satu pencapaian bangsa yang akan tercatat dalam sejarah, menandai kemampuan Indonesia untuk mengelola kekayaan negara secara terpusat. Pernyataan ini disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Senin, 20 Juli 2026.

Prabowo menekankan bahwa Danantara, singkatan dari Daya Anagata Nusantara, merepresentasikan energi dan potensi masa depan bagi tanah air. Ia memandang dana ini sebagai cadangan strategis yang akan menjadi sumber daya penting bagi generasi penerus bangsa. Dengan nilai aset yang dilaporkan mencapai lebih dari US$1 triliun, Danantara diharapkan dapat menjadi pilar ekonomi yang kokoh untuk keberlanjutan pembangunan Indonesia.

Transformasi Aset Negara dan Konsolidasi BUMN

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menyoroti kondisi kekayaan negara yang selama ini kerap tidak terpantau dan kurang dipahami keberadaannya. Ia mengakui bahwa saat masih menjabat sebagai anggota kabinet di era Presiden Joko Widodo, dirinya belum sepenuhnya menguasai data terkait aset-aset negara. Prabowo bahkan mengungkapkan keterkejutannya saat menerima laporan bahwa jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencapai 1.077 entitas, jauh melampaui perkiraannya semula yang hanya berkisar 300-350 perusahaan. Fenomena ini diperparah dengan banyaknya BUMN yang membentuk anak, cucu, hingga cicit perusahaan, menciptakan struktur yang kompleks dan berpotensi kurang efisien.

Namun, Presiden Prabowo menyampaikan kebanggaannya atas kinerja jajaran pimpinan Danantara dalam mengatasi tantangan ini. Dalam kurun waktu 18 bulan pertama sejak dibentuk, Danantara berhasil melakukan penutupan, konsolidasi, dan penggabungan sebanyak 250 BUMN. Langkah ini merupakan bagian dari target besar untuk menyusutkan jumlah BUMN menjadi maksimal 350 entitas pada akhir tahun 2026, guna menciptakan struktur yang lebih ramping, efisien, dan akuntabel.

Peran Strategis dan Kepemimpinan Danantara

Danantara Indonesia secara resmi dibentuk pada Februari 2025 sebagai badan pengelola investasi negara. Lembaga ini dipercayakan untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset-aset negara demi kepentingan jangka panjang. Kepemimpinan Danantara diisi oleh figur-figur berpengalaman di sektor keuangan dan korporasi. Rosan Roeslani menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO), memimpin arah strategis dan operasional dana kedaulatan ini. Dony Oskaria mengemban tugas sebagai Chief Operating Officer (COO) sekaligus Kepala Badan Pengelola BUMN, bertanggung jawab atas efisiensi operasional dan restrukturisasi BUMN. Sementara itu, Pandu Sjahrir dipercaya sebagai Chief Investment Officer (CIO), mengelola strategi investasi untuk memaksimalkan pertumbuhan aset Danantara.

Bagi investor ritel di Indonesia, keberadaan Danantara dan upaya konsolidasi BUMN ini membawa implikasi penting. Proses perampingan dan peningkatan efisiensi BUMN berpotensi menciptakan entitas-entitas yang lebih sehat dan transparan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan daya tarik investasi pada saham-saham BUMN atau anak usahanya yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (IDX). Selain itu, pengelolaan aset negara yang lebih terstruktur melalui Danantara dapat berkontribusi pada stabilitas ekonomi makro, yang secara tidak langsung akan mendukung iklim investasi yang lebih kondusif bagi seluruh pelaku pasar.

Disadur dan ditulis ulang oleh redaksi Regular Investor dari pemberitaan CNBC Indonesia.

Disclaimer: Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Tags: #Nasional#Berita Saham