Memuat data pasar…
Global Pasar Global

Perang Harga Online Mendorong Primark Turun Harga

RI

Tim Redaksi Regular Investor

Minggu, 26 Juli 2026

2 menit
Perang Harga Online Mendorong Primark Turun Harga

Primark, raksasa fashion cepat, mengumumkan penurunan harga pada ratusan item pakaian untuk menghadapi persaingan dari pengecer online seperti Shein dan Temu.

Primark, salah satu pengecer fashion terbesar di Inggris, baru-baru ini mengumumkan penurunan harga pada ratusan item pakaian, termasuk jeans, jumper, dan kaus kaki. Keputusan ini diambil untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat dari pengecer online seperti Shein dan Temu.

Perang Harga di Industri Fashion

Menurut analis ritel Natalie Berg, penurunan harga oleh Primark adalah langkah yang tidak biasa untuk sebuah pengecer yang dikenal dengan harga murahnya. Namun, dengan adanya persaingan dari pengecer online yang menawarkan harga sangat rendah, Primark terpaksa merespons untuk mempertahankan pelanggannya.

Shein, salah satu pengecer online terbesar di dunia, telah menjadi ancaman bagi pengecer tradisional seperti Primark. Dengan harga yang sangat rendah dan diskon yang banyak, Shein telah berhasil menarik perhatian pelanggan muda.

Strategi Baru Primark

Primark berencana untuk menurunkan harga pada item-item pakaian yang paling populer, seperti jeans dan jumper, untuk menarik pelanggan kembali. Strategi ini mirip dengan yang digunakan oleh supermarket, yang menawarkan harga rendah pada item-item dasar seperti susu dan pisang untuk menarik pelanggan.

Menurut Berg, penurunan harga oleh Primark adalah langkah yang tepat untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat. Namun, perlu diingat bahwa penurunan harga ini tidak akan berlaku untuk semua item yang dijual oleh Primark.

Dampak pada Industri Fashion

Perang harga di industri fashion telah menyebabkan penurunan penjualan pada beberapa pengecer tradisional. Namun, dengan adanya persaingan yang semakin ketat, pengecer seperti Primark terpaksa merespons untuk mempertahankan pelanggannya.

Menurut analis dari Mintel, sekitar 32% dari wanita berusia 16-34 tahun yang membeli pakaian online telah berbelanja di Shein dalam setahun terakhir. Ini menunjukkan bahwa Shein telah menjadi salah satu pengecer online terbesar di dunia.

Implikasi bagi Investor Indonesia

Perang harga di industri fashion dapat memiliki implikasi bagi investor Indonesia, terutama bagi mereka yang berinvestasi di sektor ritel. Dengan adanya persaingan yang semakin ketat, pengecer tradisional seperti Primark terpaksa merespons untuk mempertahankan pelanggannya. Hal ini dapat mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan dan berdampak pada nilai investasi. Oleh karena itu, investor Indonesia perlu memantau perkembangan terbaru di industri fashion dan menyesuaikan strategi investasi mereka untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat.

Disadur dan ditulis ulang oleh redaksi Regular Investor dari pemberitaan BBC Business.

Disclaimer: Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Tags: #Global#Pasar Global