Memuat data pasar…
Investment Analisis Saham

IHSG Koreksi Tajam, Empat Saham Ini Berpotensi 'Buy on Weakness'

RI

Tim Redaksi Regular Investor

Minggu, 26 Juli 2026

3 menit
IHSG Koreksi Tajam, Empat Saham Ini Berpotensi 'Buy on Weakness'

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan koreksi signifikan di tengah tekanan jual, sementara analis merekomendasikan empat saham untuk strategi 'buy on weakness'.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatat pelemahan signifikan, melanjutkan tren koreksi yang didominasi oleh tekanan jual. Pada penutupan perdagangan, IHSG anjlok 1,88 persen, bertengger di level 6.196. Pergerakan ini menempatkan IHSG di bawah level rata-rata pergerakan 60 hari (MA60) dan telah mencapai target minimal koreksi yang diidentifikasi oleh para analis.

Meskipun demikian, dalam tinjauan mingguan, IHSG sempat menunjukkan penguatan tipis sebesar 0,34 persen. Namun, penguatan tersebut tetap diiringi oleh adanya tekanan jual yang cukup kuat, mengindikasikan sentimen pasar yang masih cenderung negatif. Analisis teknikal dari MNC Sekuritas, yang dirilis pada Minggu (26/7/2026), menunjukkan bahwa posisi IHSG saat ini diperkirakan berada dalam fase korektif, tepatnya pada bagian dari gelombang iv dari gelombang (c) dari gelombang [iv].

Analisis Teknis IHSG dan Proyeksi Pergerakan

Berdasarkan perspektif teknikal, area koreksi potensial untuk IHSG diperkirakan berada di rentang 6.074 hingga 6.146. Investor disarankan untuk mencermati level ini sebagai titik penting dalam pergerakan indeks ke depan. Di sisi lain, area penguatan terdekat yang dapat menjadi target rebound bagi IHSG berada di kisaran 6.198 hingga 6.222.

Untuk level support, titik-titik krusial yang perlu diperhatikan adalah 6.111 dan 6.007. Apabila IHSG mampu bertahan di atas level-level ini, potensi pembalikan arah dapat terbuka. Sementara itu, level resistance yang menjadi penghalang bagi kenaikan lebih lanjut berada di 6.599 dan 6.705. Penembusan level resistance ini akan menjadi sinyal positif bagi penguatan IHSG.

Rekomendasi Saham Pilihan untuk 'Buy on Weakness'

Di tengah kondisi pasar yang cenderung melemah, beberapa saham menunjukkan potensi menarik untuk strategi 'buy on weakness', di mana investor membeli saham saat harganya turun dengan harapan akan kembali naik. Berikut adalah beberapa rekomendasi saham yang patut dicermati:

  1. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (BIPI)
  2. Saham BIPI terkoreksi sebesar 7,32 persen, ditutup pada harga Rp152. Pelemahan ini masih didominasi oleh tekanan jual, meskipun volume transaksi cenderung mengecil. Secara teknikal, posisi BIPI diperkirakan sedang berada pada bagian dari gelombang B dari gelombang (A). Analis merekomendasikan strategi 'buy on weakness' pada rentang harga Rp134-150. Target harga (Target Price/TP) untuk BIPI ditetapkan pada Rp175 dan Rp200, dengan batas risiko (Stoploss/SL) di bawah Rp129.
  3. PT Sentul City Tbk (BKSL)
  4. Saham BKSL juga mengalami koreksi sebesar 4,17 persen, berakhir di harga Rp69. Pelemahan ini disertai dengan munculnya volume penjualan yang signifikan. Berdasarkan analisis gelombang, posisi BKSL saat ini diperkirakan berada pada bagian dari gelombang [iv] dari gelombang C. Rekomendasi 'buy on weakness' untuk BKSL berada di kisaran harga Rp63-68. Target harga yang diproyeksikan adalah Rp75 dan Rp82, dengan batas risiko di bawah Rp60.
  5. PT Darma Henwa Tbk (DEWA)
  6. Saham DEWA mencatat koreksi 6,36 persen, ditutup pada harga Rp442. Penurunan ini diiringi oleh volume penjualan yang meningkat, dan pergerakan harga DEWA kembali berada di bawah rata-rata pergerakan 200 hari (MA200). Secara teknikal, DEWA diperkirakan sedang berada pada bagian dari gelombang [iv] dari gelombang C. Analis menyarankan 'buy on weakness' pada rentang harga Rp392-414. Target harga untuk DEWA adalah Rp510 dan Rp550, dengan batas risiko di bawah Rp330.
  7. PT Rukun Raharja Tbk (RAJA)
  8. Saham RAJA terkoreksi 4,40 persen, ditutup pada harga Rp870. Meskipun volume transaksi cenderung menurun, tekanan jual masih mendominasi pergerakan saham ini. Posisi RAJA secara teknikal diperkirakan sedang berada pada bagian dari gelombang (B) dari gelombang [B]. Rekomendasi 'buy on weakness' untuk RAJA berada di rentang harga Rp750-870. Target harga yang ditetapkan adalah Rp980 dan Rp1.090, dengan batas risiko di bawah Rp675.

Implikasi Bagi Investor Ritel di Tengah Volatilitas

Bagi investor ritel, kondisi pasar yang volatil dengan IHSG yang cenderung melemah dapat menjadi tantangan sekaligus peluang. Penting untuk tidak panik dan selalu melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi. Strategi 'buy on weakness' yang direkomendasikan oleh analis dapat dipertimbangkan, namun harus disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan investasi masing-masing. Diversifikasi portofolio dan penggunaan batas risiko (stoploss) adalah kunci untuk mengelola potensi kerugian. Selalu pantau perkembangan pasar dan berita emiten untuk membuat keputusan yang terinformasi.

Disadur dan ditulis ulang oleh redaksi Regular Investor dari pemberitaan IDX Channel.

Disclaimer: Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Tags: #Investment#Analisis Saham