Memuat data pasar…
Business Makro

Keripik Tempe Sarimas Tanjungpinang Tembus Pasar Singapura, Omzet Puluhan Juta Rupiah

RI

Tim Redaksi Regular Investor

Selasa, 21 Juli 2026

4 menit
Keripik Tempe Sarimas Tanjungpinang Tembus Pasar Singapura, Omzet Puluhan Juta Rupiah

Produk keripik tempe Sarimas dari Tanjungpinang sukses menembus pasar Singapura dengan omzet puluhan juta rupiah per bulan, didukung strategi adaptasi rasa dan bantuan pemerintah.

Kisah sukses Industri Kecil Menengah (IKM) kembali mengukir prestasi, kali ini datang dari Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Produk keripik tempe Sarimas, camilan khas daerah tersebut, berhasil menembus pasar internasional, khususnya Singapura, dengan omzet penjualan yang mencapai puluhan juta rupiah setiap bulannya. Pencapaian ini tidak hanya membanggakan, tetapi juga menunjukkan potensi besar produk lokal Indonesia di kancah global.

Suratno, pemilik Sarimas, mengungkapkan bahwa pengiriman keripik tempe ke Negeri Singa telah menunjukkan geliat signifikan sejak tahun 2023. Rata-rata penjualan produknya ke Singapura berkisar antara 300 hingga 400 kilogram per bulan. Keripik tempe Sarimas langsung dipesan oleh ritel terkemuka di Singapura dan kemudian dipasarkan melalui jaringan outlet mereka. Produk yang diekspor meliputi varian original dan keripik tempe sagu, yang dikirim melalui Kota Batam dengan harga jual sekitar Rp80.000 per kilogram.

Strategi Adaptasi Rasa dan Pemasaran Inovatif

Keberhasilan Sarimas menembus pasar Singapura tidak lepas dari strategi adaptasi produk yang cermat. Suratno menyadari pentingnya menyesuaikan cita rasa keripik tempenya dengan selera konsumen di sana. "Mereka suka rempah-rempah, jadi tinggal kita padukan gurihnya keripik tempe dengan rempah tradisional," jelasnya. Penyesuaian ini menjadi kunci utama dalam memikat lidah konsumen internasional.

Selain adaptasi produk, Sarimas juga menerapkan strategi pemasaran yang inovatif. Suratno aktif menjalin kerja sama dengan berbagai agen tur dan perjalanan. Hasilnya, banyak wisatawan mancanegara, terutama dari Singapura, yang berkunjung ke Tanjungpinang selalu menyempatkan diri untuk singgah dan berbelanja di outlet Sarimas yang berlokasi di Jalan Sucipto, Kilometer 12 Tanjungpinang. Di outlet ini, keripik tempe original kemasan 300 gram dijual seharga Rp35.000 per bungkus, sementara kemasan 200 gram dibanderol Rp20.000 per bungkus.

Pengalaman berbelanja di outlet Sarimas tidak hanya sebatas transaksi. Wisatawan juga diberi kesempatan untuk melihat langsung proses produksi keripik tempe yang higienis dan berkualitas. Transparansi ini membangun kepercayaan konsumen dan menjadi cerita positif yang tersebar dari mulut ke mulut. "Dari situ, mungkin mereka cerita ke teman-teman lainnya di Singapura kalau produksi keripik tempe Sarimas sesuai SOP dengan rasanya yang gurih, sehingga menarik minat mereka terhadap produk kita," tambah Suratno.

Dukungan Pemerintah Memperkuat Daya Saing IKM

Perjalanan Sarimas menuju pasar ekspor juga tidak terlepas dari peran serta dan dukungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungpinang. Salah satu bentuk dukungan konkret adalah pembangunan Rumah Produksi Sentra IKM Makanan Ringan. Fasilitas ini, yang dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Perindustrian, mulai beroperasi pada tahun 2024 dan kini menjadi pusat produksi keripik tempe Sarimas. Bangunan seluas 6x8 meter persegi ini mempekerjakan enam karyawan, yang dalam sebulan mampu berproduksi sekitar 20 hari dengan rata-rata 50 kilogram keripik tempe per sekali produksi.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Pemkot Tanjungpinang, melalui Kepala Bidang Perindustrian M. Endy Febri, secara konsisten mendorong pelaku IKM untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing. Upaya ini sangat relevan mengingat posisi geografis Kepulauan Riau yang berbatasan langsung dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Disdagin telah mengadakan berbagai pelatihan bertema ekspor, mengundang narasumber berpengalaman, serta memfasilitasi sertifikasi penting seperti Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) yang menjadi syarat masuk pasar luar negeri. Pelatihan kemasan yang mengacu pada Good Manufacturing Practices (GMP) atau cara produksi yang baik juga turut diberikan.

Dampak Positif bagi Ekonomi Lokal dan Prospek IKM

Keberhasilan Sarimas dan IKM lainnya dalam menembus pasar ekspor membawa dampak positif yang signifikan bagi perekonomian lokal. "Hasilnya cukup banyak produk IKM kita tembus pasar luar negeri, sehingga ikut mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta menciptakan lapangan kerja baru," ujar M. Endy Febri. Selain pasar ekspor, produk Sarimas juga telah merambah ritel modern nasional di Tanjungpinang dan Batam, termasuk Indomaret, menunjukkan kapabilitas produk IKM untuk bersaing di berbagai segmen pasar.

Kisah Sarimas ini menjadi bukti nyata bahwa dengan inovasi, adaptasi, dan dukungan yang tepat, IKM Indonesia memiliki potensi besar untuk bersinar di pasar global. Bahan baku utama, kacang kedelai yang diolah menjadi tempe, kemudian digoreng menjadi keripik, menunjukkan bagaimana produk sederhana dapat diangkat nilainya hingga menembus pasar internasional.

Bagi investor ritel di Indonesia, kisah sukses IKM seperti Sarimas ini memberikan gambaran positif tentang potensi pertumbuhan ekonomi di tingkat mikro. Meskipun Sarimas bukan emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), keberhasilannya mencerminkan daya saing produk lokal dan efektivitas dukungan pemerintah dalam mendorong ekspor. Hal ini dapat menjadi indikator kesehatan ekonomi yang lebih luas, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi sentimen pasar dan kinerja sektor-sektor terkait di masa depan. Investor dapat mencermati potensi pertumbuhan IKM sebagai salah satu pilar ekonomi yang kuat, yang suatu saat nanti bisa melahirkan perusahaan-perusahaan besar yang siap melantai di bursa.

Disadur dan ditulis ulang oleh redaksi Regular Investor dari pemberitaan Antara Bisnis.

Disclaimer: Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Tags: #Business#Makro