Memuat data pasar…
Investment Berita Saham

Harga CPO Meningkat Mingguan Pertama dalam Tiga Pekan

RI

Tim Redaksi Regular Investor

Sabtu, 11 Juli 2026

2 menit
Harga CPO Meningkat Mingguan Pertama dalam Tiga Pekan

Harga minyak kelapa sawit mentah meningkat mingguan pertama dalam tiga pekan meski melemah pada perdagangan Jumat

Harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) mengalami kenaikan mingguan pertama dalam tiga pekan, meskipun pada perdagangan Jumat (10/7/2026) harga CPO melemah lebih dari 1 persen.

Harga CPO di Bursa Malaysia Derivatives Exchange

Kontrak CPO acuan untuk pengiriman September di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup turun 1,81 persen menjadi 4.511 ringgit Malaysia per ton. Namun, sepanjang pekan ini, kontrak tersebut masih menguat 0,69 persen, sehingga mengakhiri tren pelemahan selama dua pekan berturut-turut.

Faktor Penyebab Kenaikan Harga CPO

Direktur Pelindung Bestari Paramalingam Supramaniam mengatakan bahwa tekanan terhadap harga muncul setelah data Malaysian Palm Oil Board (MPOB) menunjukkan persediaan minyak sawit Malaysia naik ke level tertinggi dalam empat bulan pada Juni. Peningkatan produksi yang lebih cepat dibandingkan permintaan memicu kekhawatiran terhadap penyerapan pasokan.

Dampak terhadap Emiten

Bagi emiten seperti AALI dan GSIP, kenaikan harga CPO dapat berdampak positif pada kinerja keuangan mereka. Namun, perlu diingat bahwa harga CPO yang fluktuatif dapat mempengaruhi kinerja emiten tersebut.

Untuk investor ritel, perlu memantau perkembangan harga CPO dan kinerja emiten yang terkait dengan industri minyak sawit, seperti AALI dan GSIP, untuk membuat keputusan investasi yang tepat. Dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi harga CPO, investor dapat membuat strategi investasi yang lebih efektif dan menguntungkan.

Disadur dan ditulis ulang oleh redaksi Regular Investor dari pemberitaan IDX Channel.

Disclaimer: Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Tags: #Investment#Berita Saham