Memuat data pasar…
Business Makro

Permintaan Pesawat Tetap Tinggi di Tengah Tantangan Kapasitas Produksi Global

RI

Tim Redaksi Regular Investor

Minggu, 19 Juli 2026

5 menit
Permintaan Pesawat Tetap Tinggi di Tengah Tantangan Kapasitas Produksi Global

Boeing memprediksi kebutuhan 43.625 pesawat baru hingga 2045. Simak analisis mengenai kesenjangan pasokan dan tren pertumbuhan lalu lintas udara global dalam dua dekade mendatang.

Boeing kembali menegaskan optimisme terhadap masa depan industri aviasi global. Menjelang ajang Farnborough Airshow, raksasa kedirgantaraan asal Amerika Serikat ini merilis proyeksi pasar yang menunjukkan permintaan berkelanjutan untuk pesawat komersial baru. Hingga tahun 2045, Boeing memperkirakan dunia akan membutuhkan 43.625 unit pesawat penumpang dan kargo baru untuk mendukung mobilitas global yang terus berkembang.

Proyeksi ini mempertahankan angka yang serupa dengan outlook tahun sebelumnya, menegaskan bahwa fundamental permintaan tetap kokoh meskipun industri saat ini menghadapi hambatan produksi. Jumlah tersebut mencakup berbagai kategori pesawat, dengan dominasi pada pesawat lorong tunggal sebanyak 33.545 unit, yang mencerminkan kebutuhan maskapai untuk efisiensi di rute-rute utama.

Kesenjangan Pasokan dan Hambatan Manufaktur

Di balik angka permintaan yang fantastis, Boeing menyoroti tantangan nyata dalam sisi penawaran. Saat ini, dunia sedang mengalami kekurangan pasokan yang diperkirakan mencapai hampir 2.000 pesawat sejak awal 2026. Menurut Darren Hulst, Wakil Presiden Boeing Commercial Marketing, meskipun lalu lintas penumpang sudah kembali ke level sebelum pandemi, kemampuan produksi pesawat baru belum sepenuhnya pulih ke angka tahun 2018.

Kesenjangan ini diperkirakan akan bertahan dalam beberapa tahun ke depan. Untuk kategori pesawat lorong tunggal, normalisasi pasokan diprediksi baru akan tercapai menjelang akhir dekade ini. Sementara itu, untuk kategori pesawat berbadan lebar, tantangan kekurangan pasokan diperkirakan berpotensi berlangsung hingga awal dekade 2030-an. Hal ini diperburuk dengan kompleksitas sertifikasi pada sejumlah program krusial Boeing yang saat ini masih dalam proses penyelesaian.

Dinamika Lalu Lintas Udara dan Pertumbuhan Pasar

Boeing memproyeksikan pertumbuhan lalu lintas penumpang udara pada tahun ini memang melambat ke level 2,3 persen, namun perusahaan meyakini adanya percepatan signifikan pada periode 2027 hingga 2028 dengan kisaran angka 5 hingga 7 persen. Targetnya, lalu lintas penumpang global akan benar-benar pulih dan mencapai level pertumbuhan yang ideal pada akhir 2028.

Dalam jangka panjang, pasar dipetakan untuk tumbuh stabil dengan rata-rata 4 persen per tahun. Pertumbuhan ini didorong oleh faktor-faktor yang tidak berubah pasca-pandemi: kebutuhan akan perdagangan global, pariwisata, migrasi, dan ekspansi jaringan konektivitas. Secara geografis, Asia Selatan dan Asia Tenggara diprediksi akan menjadi salah satu kawasan paling dominan dalam menyerap pasokan pesawat baru, bersama dengan China, Eurasia, dan Amerika Utara.

Modernisasi Armada sebagai Mesin Pertumbuhan

Salah satu pilar utama dari permintaan pesawat baru adalah kebutuhan mendesak untuk mengganti armada lama yang kurang efisien. Dari total 43.625 pesawat yang diproyeksikan, hampir separuhnya, yakni 21.475 unit, ditujukan sebagai pengganti armada lama, sementara 22.150 unit sisanya digunakan untuk ekspansi armada maskapai.

Tren ini akan mengubah wajah aviasi global secara drastis dalam dua puluh tahun ke depan. Porsi pesawat generasi baru diproyeksikan melonjak dari hanya 32 persen saat ini menjadi 92 persen dari total armada dunia pada 2045. Transformasi ini menjadi bukti bahwa maskapai di seluruh dunia kini memprioritaskan pesawat dengan teknologi terbaru yang menawarkan efisiensi bahan bakar dan performa operasional lebih baik. Bagi Boeing, tantangannya kini adalah menyelaraskan kemampuan manufaktur dan rantai pasok dengan ambisi global yang terus tumbuh di tengah kondisi ekonomi dunia yang menuntut efisiensi tinggi.

Disclaimer: Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Tags: #Business#Makro