Memuat data pasar…
Investment Berita Saham

Pengadaan Jagung Pemerintah Capai 190 Ribu Ton Per Juli

RI

Tim Redaksi Regular Investor

Kamis, 9 Juli 2026

2 menit
Pengadaan Jagung Pemerintah Capai 190 Ribu Ton Per Juli

Pengadaan jagung pemerintah baru mencapai 190 ribu ton atau 19 persen dari target 1 juta ton per 6 Juli 2026

Pengadaan jagung pemerintah masih jauh dari target yang telah ditetapkan. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) mencatat bahwa pengelolaan cadangan jagung pemerintah (CJP) baru mencapai 190 ribu ton atau 19 persen dari target 1 juta ton per 6 Juli 2026.

Pengadaan Jagung Pemerintah Masih Jauh dari Target

Sebagai perbandingan, CJP pada 2025 terealisasi sebanyak 101,8 ribu ton atau 10 persen dari target 1 juta ton. Hal ini menunjukkan bahwa masih terdapat jarak yang cukup besar antara realisasi dan target pengadaan cadangan jagung yang telah ditetapkan pemerintah.

Rekomendasi untuk Meningkatkan Pengadaan Jagung

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menjelaskan bahwa untuk mengejar target tersebut, Bappenas merekomendasikan sejumlah tindak lanjut. Pertama, mendorong percepatan pencapaian target pengadaan CJP, terutama terkait kebijakan harga pembelian pemerintah, tingkat kandungan air, serta kerja sama pengeringan. Kedua, optimalisasi pemanfaatan CJP, terutama penyaluran dan jaminan harga bagi petani dan stabilisasi harga, baik pangan maupun pakan.

Dampak terhadap Saham Emiten Pertanian

Bagi investor ritel Indonesia, informasi ini dapat mempengaruhi keputusan investasi di saham emiten pertanian seperti AALI atau SSMS. Pengadaan jagung pemerintah yang masih jauh dari target dapat mempengaruhi harga jagung dan berdampak pada kinerja emiten pertanian.

Investor ritel Indonesia perlu memantau perkembangan pengadaan jagung pemerintah dan dampaknya terhadap saham emiten pertanian. Dengan demikian, investor dapat membuat keputusan investasi yang lebih tepat dan menguntungkan.

Disadur dan ditulis ulang oleh redaksi Regular Investor dari pemberitaan Antara Bisnis.

Disclaimer: Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Tags: #Investment#Berita Saham