Pasar Saham Indonesia Menguat 0,67% di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global
IHSG naik 0,67% ke level 5.900 pada perdagangan Kamis, seiring pelaku pasar mencermati sentimen global dan menanti katalis ekonomi
Pasar saham Indonesia menunjukkan peningkatan pada perdagangan Kamis, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,67% ke level 5.912,44. Kenaikan ini terjadi seiring pelaku pasar masih mencermati sentimen global serta menanti sejumlah katalis ekonomi.
Kinerja IHSG dan Sektor
Secara spesifik, sebanyak 327 saham menguat, 275 saham melemah, dan 190 saham bergerak stagnan, mencerminkan tekanan jual mulai mereda pada perdagangan sesi pertama. Mayoritas sektor perdagangan menguat dengan kenaikan tertinggi dicatatkan oleh sektor barang baku, energi, dan konsumer.
Beberapa emiten yang menjadi penopang kinerja IHSG hari ini termasuk AMMN, BRMS, BUMI, VKTR, dan BMRI. Sementara itu, sektor kesehatan, teknologi, properti, dan finansial mengalami kontraksi hari ini.
Perang dan Proyeksi Ekonomi Global
Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih akan bergerak dengan volatilitas tinggi pada hari ini, dipengaruhi oleh sentimen dari luar negeri, termasuk perang yang memanas dan proyeksi baru ekonomi dunia. Militer Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan terhadap Iran, yang memicu ketegangan di Timur Tengah dan mendorong harga minyak dunia naik.
Dana Moneter Internasional (IMF) juga memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2026 menjadi 3%, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 3,5% pada 2025. Revisi ini mencerminkan dampak berkepanjangan dari perang di Timur Tengah, lonjakan harga energi, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik.
Dampak pada Indonesia
IMF tetap mempertahankan proyeksinya bahwa Indonesia akan tumbuh 5,0% di 2026 dan 5,1% pada 2027. Meskipun demikian, investor ritel Indonesia perlu waspada terhadap volatilitas pasar yang dipengaruhi oleh ketidakpastian global.
Implikasi bagi Investor Ritel
Bagi investor ritel Indonesia, kenaikan IHSG ini bisa menjadi sinyal positif, namun perlu diingat bahwa ketidakpastian ekonomi global masih dapat mempengaruhi pasar saham. Oleh karena itu, penting untuk terus memantau sentimen global dan kinerja emiten-emiten yang menjadi penopang IHSG, seperti BBCA dan TLKM, serta mempertimbangkan strategi investasi yang tepat untuk menghadapi volatilitas pasar.
Disadur dan ditulis ulang oleh redaksi Regular Investor dari pemberitaan CNBC Indonesia.
Disclaimer: Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.