Pemerintah Dorong Ekosistem Ekraf Melalui Skema Pendanaan
Kementerian Ekonomi Kreatif mendorong ekosistem ekonomi kreatif melalui skema pendanaan yang sesuai dengan kematangan usaha
Kementerian Ekonomi Kreatif terus mendorong ekosistem ekonomi kreatif melalui skema pendanaan yang sesuai dengan kematangan usaha. Sekretaris Kementerian Ekonomi Kreatif, Dessy Ruhati, mengatakan bahwa implementasi pembiayaan dan permodalan di ekosistem ekonomi kreatif dapat didorong dengan skema yang dapat mengembangkan ekosistem ekraf yang berkelanjutan dan sesuai dengan kematangan usaha.
Skema Pendanaan untuk Ekosistem Ekraf
Dessy mengatakan bahwa instrumen yang didorong kementerian adalah melalui kredit usaha rakyat (KUR) yang telah menjangkau puluhan ribu pelaku usaha dengan nilai pembiayaan yang terus meningkat. Hingga semester I 2026, KUR ekraf telah menjangkau 93.182 pelaku usaha dengan nilai pembiayaan hingga Rp5 triliun.
Akses Pembiayaan dan Permodalan
Selain KUR, alternatif pendanaan yang juga sedang didorong untuk meningkatkan ekosistem ekonomi kreatif adalah skema security crowdfunding. Skema ini telah mengumpulkan total pendanaan sebesar Rp36 miliar dengan total 19 pelaku usaha ekraf yang dinilai memberikan kesempatan bagi pelaku usaha kreatif yang memiliki prospek baik untuk memperoleh pendanaan langsung dari masyarakat melalui platform yang telah diatur oleh OJK.
Pasar Modal sebagai Akses Pembiayaan
Bagi pelaku usaha yang telah berkembang lebih besar, Dessy menilai pasar modal menjadi akses pembiayaan yang sesuai dengan tingkat kematangan usaha yang lebih sehat dan berkelanjutan. Ia mengatakan masuknya pelaku ekonomi kreatif ke pasar modal merupakan indikator bahwa usaha kreatif Indonesia memiliki daya saing yang semakin baik.
Implikasi bagi Investor Ritel
Bagi investor ritel, skema pendanaan yang ditawarkan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif dapat menjadi kesempatan untuk mendukung ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Dengan memahami skema pendanaan yang sesuai dengan kematangan usaha, investor ritel dapat membuat keputusan investasi yang tepat dan mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia. Saham-saham emiten seperti BBCA dan TLKM dapat menjadi pilihan bagi investor ritel yang ingin mendukung ekosistem ekonomi kreatif.
Disadur dan ditulis ulang oleh redaksi Regular Investor dari pemberitaan Antara Bisnis.
Disclaimer: Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.