Pasar Saham Indonesia Menguat 2% Setelah S&P Pertahankan Peringkat Kredit
IHSG melompat naik 1,92% setelah S&P mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang
Pasar saham Indonesia mengalami penguatan yang signifikan pada akhir perdagangan hari ini, Senin (13/6/2026), dengan IHSG melompat naik 1,92% menjadi 6.037,84. Penguatan ini dipicu oleh keputusan S&P Global Ratings untuk mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek.
Penyebab Penguatan IHSG
Menurut Refinitiv, hampir seluruh sektor berada di zona hijau pada akhir sesi, dengan bahan baku, energi, utilitas, dan finansial memimpin penguatan. Saham perbankan dan konglomerat juga kompak mendongkrak IHSG, dengan Bank Mandiri (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan Amman Mineral (AMMN) menjadi pendorong utama.
Peringkat Kredit Indonesia
S&P menilai pelemahan sejumlah indikator ekonomi Indonesia masih bersifat sementara dan berpotensi membaik dalam beberapa tahun ke depan. Lembaga pemeringkat ini juga menyoroti berbagai upaya pemerintah dalam memperbaiki tata kelola sektor sumber daya alam dan mineral, yang dinilai berpotensi meningkatkan penerimaan negara dan kinerja ekspor dalam jangka panjang.
Dampak pada Saham
Berbagai saham emiten besar seperti VKTR, BRPT, BBCA, dan BBNI juga masuk dalam daftar top movers hari ini. Sementara itu, penahan laju IHSG terbilang tidak berarti, sehingga penguatan IHSG dapat berlanjut dalam beberapa sesi ke depan.
Implikasi bagi Investor
- IHSG yang melompat naik 1,92% menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia masih memiliki potensi penguatan dalam jangka panjang.
- Investor ritel dapat mempertimbangkan untuk membeli saham-saham yang memiliki fundamental baik dan prospek yang cerah, seperti saham perbankan dan konglomerat.
- Peringkat kredit Indonesia yang dipertahankan oleh S&P juga menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia masih memiliki stabilitas dan potensi pertumbuhan dalam jangka panjang.
Oleh karena itu, investor ritel Indonesia perlu memantau perkembangan pasar saham dan ekonomi Indonesia dengan cermat, serta mempertimbangkan untuk membeli saham-saham yang memiliki prospek yang cerah dan fundamental yang baik. Dengan demikian, investor ritel dapat memanfaatkan potensi penguatan IHSG dan meningkatkan portofolio investasinya.
Disadur dan ditulis ulang oleh redaksi Regular Investor dari pemberitaan CNBC Indonesia.
Disclaimer: Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.