Memuat data pasar…
Investment Berita Saham

Pasar Saham Indonesia Stabil di Level 6.000-an Akibat Koreksi Emiten Bank

RI

Tim Redaksi Regular Investor

Selasa, 14 Juli 2026

2 menit
Pasar Saham Indonesia Stabil di Level 6.000-an Akibat Koreksi Emiten Bank

IHSG tetap stabil di level 6.000-an pada perdagangan hari ini, setelah mengalami kenaikan 1,92% pada hari sebelumnya

IHSG masih bergerak dengan volatilitas tinggi pada perdagangan hari ini, setelah mengalami kenaikan 1,92% pada hari sebelumnya. Pada awal perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 6.950,02, tetapi tidak mampu bertahan dan kembali ke level sebelumnya.

Pergerakan IHSG Hari Ini

Nilai dan volume transaksi hari ini melonjak cukup tinggi dibandingkan dengan rata-rata perdagangan hari-hari sebelumnya. Nilai transaksi mencapai Rp15,36 triliun, melibatkan 26,48 miliar saham dalam 2,59 juta kali transaksi.

Koreksi Emiten Bank Jumbo

Pergerakan IHSG hari ini tertahan oleh koreksi emiten bank jumbo, seperti Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Central Asia (BBCA), dan Bank Mandiri (BMRI). Ketiga emiten ini kompak menjadi pemberat IHSG dengan bobot masing-masing -10,22 poin, -8,82 poin, dan -7,35 poin.

Dampak Keputusan S&P Global Ratings

Keputusan S&P Global Ratings untuk mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek, dengan outlook tetap stabil, menjadi angin segar bagi pasar dan pemerintah. Keputusan ini menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia masih tetap terjaga.

Implikasi Bagi Investor Ritel

Bagi investor ritel, stabilitas IHSG di level 6.000-an dapat menjadi kesempatan untuk membeli saham dengan harga yang lebih rendah. Namun, perlu diingat bahwa volatilitas pasar masih tinggi, sehingga investor perlu berhati-hati dan melakukan analisis yang lebih mendalam sebelum membuat keputusan investasi.

Disadur dan ditulis ulang oleh redaksi Regular Investor dari pemberitaan CNBC Indonesia.

Disclaimer: Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Tags: #Investment#Berita Saham