Memuat data pasar…
Investment Berita Saham

Pasar Saham Indonesia Menguat Setelah S&P Global Pertahankan Rating

RI

Tim Redaksi Regular Investor

Selasa, 14 Juli 2026

2 menit
Pasar Saham Indonesia Menguat Setelah S&P Global Pertahankan Rating

IHSG menguat 113,48 poin atau 1,92 persen ke posisi 6.037,84 setelah S&P Global mempertahankan peringkat utang Indonesia

Pasar saham Indonesia mengalami kenaikan pada hari Senin setelah lembaga pemeringkat kredit S&P Global mempertahankan peringkat utang Indonesia di level 'BBB' dengan outlook 'Stabil'. Hal ini memicu sentimen positif di kalangan investor, sehingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 113,48 poin atau 1,92 persen ke posisi 6.037,84.

Respon Positif terhadap Pemeliharaan Rating

Menurut Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim, sentimen positif berasal dari S&P Global Ratings yang menegaskan peringkat kredit jangka panjang Indonesia pada 'BBB' dan jangka pendek pada 'A-2'. Prospek peringkat jangka panjang masih dipertahankan di 'Stabil', sehingga pasar yang sebelumnya khawatir jika peringkat atau prospek Indonesia diturunkan, kini merespon positif.

Prospek Stabil dan Pertumbuhan Ekonomi

S&P Global Ratings menilai pelemahan posisi fiskal dan eksternal Indonesia bersifat sementara, serta berpotensi membaik seiring kenaikan harga komoditas dan upaya pemerintah meningkatkan penerimaan negara. Lembaga pemeringkat ini juga memperkirakan pemerintah Indonesia akan tetap mempertahankan batas defisit APBN sebesar tiga persen dari produk domestik bruto (PDB) sebagai jangkar utama kebijakan fiskal.

Pengaruh Ketegangan Global dan Data Inflasi AS

Di sisi lain, ketegangan di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak membuat tekanan inflasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga tetap menjadi fokus perhatian. Pelaku pasar juga menunggu data inflasi AS pada pekan ini untuk petunjuk lebih lanjut tentang prospek kebijakan moneter The Fed.

IHSG dibuka menguat dan betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham. Sembilan sektor menguat, dipimpin sektor energi yang naik sebesar 2,50 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor industri yang naik masing-masing sebesar 2,41 persen dan 1,79 persen.

Investor ritel Indonesia perlu memantau perkembangan ini dan mempertimbangkan untuk membeli saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar, seperti BKDP, LAND, VKTR, PRDL, dan ATAP, serta memperhatikan sentimen pasar yang dipengaruhi oleh ketegangan global dan data inflasi AS.

Disadur dan ditulis ulang oleh redaksi Regular Investor dari pemberitaan Antara Bursa.

Disclaimer: Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Tags: #Investment#Berita Saham