Memuat data pasar…
Investment Berita Saham

Pasar Saham Indonesia Menguat Tipis Dengan Dukungan Sentimen Domestik-Global

RI

Tim Redaksi Regular Investor

Selasa, 14 Juli 2026

2 menit
Pasar Saham Indonesia Menguat Tipis Dengan Dukungan Sentimen Domestik-Global

IHSG ditutup menguat tipis seiring kombinasi sentimen domestik dan global, dengan indeks LQ45 turun 0,58 persen

IHSG ditutup menguat tipis pada Selasa sore, dengan kombinasi sentimen dari tingkat domestik dan global. IHSG ditutup menguat 1,68 poin atau 0,03 persen ke posisi 6.039,52. Sementara itu, indeks LQ45 turun 3,48 poin atau 0,58 persen ke posisi 598,89.

Sentimen Domestik Mendukung Kenaikan IHSG

Kenaikan IHSG didukung oleh sentimen domestik yang positif, terutama setelah S&P Global Ratings mengafirmasi Sovereign Credit Rating Indonesia pada peringkat BBB dengan outlook stabil. Hal ini mencerminkan ekspektasi bahwa pemerintah Indonesia tetap berkomitmen untuk mempertahankan defisit fiskal di bawah 3 persen untuk menjaga keberlanjutan fiskal.

Dampak Sentimen Global Terhadap IHSG

Sentimen global juga mempengaruhi kinerja IHSG, terutama setelah janji Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk memberlakukan kembali blokade terhadap pengiriman Iran melalui Selat Hormuz. Hal ini membuat pelaku pasar terus memantau meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Kinerja Sektor dan Saham

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat, dipimpin oleh sektor energi yang naik sebesar 1,66 persen. Sementara itu, saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar adalah AGAR, PRDL, SKBM, VERN, dan ENRG. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar adalah JELI, KONI, KIOS, HBAT, dan COCO.

Implikasi Bagi Investor Ritel

Bagi investor ritel, kenaikan IHSG yang tipis ini dapat menjadi sinyal bahwa pasar saham Indonesia masih memiliki potensi untuk tumbuh, terutama dengan dukungan sentimen domestik yang positif. Namun, investor juga perlu memantau sentimen global yang dapat mempengaruhi kinerja IHSG. Dengan demikian, investor ritel perlu melakukan analisis yang lebih mendalam sebelum membuat keputusan investasi, terutama dengan mempertimbangkan kinerja sektor dan saham yang mereka minati, seperti BBCA dan TLKM.

Disadur dan ditulis ulang oleh redaksi Regular Investor dari pemberitaan Antara Bursa.

Disclaimer: Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Tags: #Investment#Berita Saham