Pasar Saham Indonesia Menguat Setelah Pengumuman S&P
IHSG menguat 1,92% ke level 6.037,84 setelah S&P mempertahankan peringkat kredit Indonesia
Pasar saham Indonesia mengalami penguatan pada perdagangan Senin (13/7/2026) setelah lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings memutuskan mempertahankan peringkat kredit Indonesia.
Penguatan Saham Bank Jumbo
Saham-saham bank jumbo menjadi motor utama penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan kenaikan lebih dari 2%. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memimpin penguatan dengan naik 4,17% ke 4.250, menyumbang 13,88 poin terhadap kenaikan indeks.
Di posisi berikutnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menguat 2,87% ke level 2.870 dan menyumbang 11,68 poin terhadap kenaikan indeks. Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) naik 3,22% ke 3.530, memberikan tambahan 3,63 poin bagi IHSG.
Penilaian S&P Terhadap Ekonomi Indonesia
S&P menilai pelemahan sejumlah indikator ekonomi Indonesia, baik dari sisi fiskal maupun eksternal, masih bersifat sementara dan berpotensi membaik dalam beberapa tahun ke depan. Lembaga pemeringkat tersebut juga menyoroti berbagai upaya pemerintah dalam memperbaiki tata kelola sektor sumber daya alam dan mineral.
Dampak Pengumuman S&P
Pengumuman dari S&P tersebut sekaligus membantah rumor pasar yang sebelumnya menyebut lembaga pemeringkat tersebut hendak menurunkan outlook untuk Indonesia. Secara keseluruhan, IHSG ditutup menguat 1,92% ke level 6.037,84.
Implikasi Bagi Investor
Penguatan IHSG setelah pengumuman S&P ini dapat menjadi sinyal positif bagi investor ritel Indonesia. Dengan mempertahankan peringkat kredit Indonesia, S&P memberikan kepercayaan terhadap kemampuan pemerintah dalam mengelola ekonomi dan memperbaiki kondisi fiskal. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan investor dan memicu kenaikan harga saham di masa depan.
Disadur dan ditulis ulang oleh redaksi Regular Investor dari pemberitaan CNBC Indonesia.
Disclaimer: Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.