Memuat data pasar…
Investment Berita Saham

Pasar Saham Indonesia Melemah Akibat Jual Bersih Investor Asing

RI

Tim Redaksi Regular Investor

Sabtu, 25 Juli 2026

2 menit
Pasar Saham Indonesia Melemah Akibat Jual Bersih Investor Asing

IHSG melemah akibat jual bersih investor asing sebesar Rp1,36 triliun dalam sepekan terakhir

Pasar saham Indonesia mengalami volatilitas dalam sepekan terakhir, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,34 persen ke 6.196,43 poin. Namun, pergerakan IHSG ini diwarnai dengan aksi jual investor asing yang cukup besar.

Pergerakan IHSG yang Volatil

Pergerakan IHSG yang volatil ini disebabkan oleh aksi jual investor asing yang mencatatkan jual bersih (net sell) sebesar Rp1,36 triliun. Hal ini membuat total net sell sejak awal 2026 mencapai Rp79,09 triliun.

Saham yang Paling Banyak Dijual

Di deretan teratas, ada saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang dilepas investor asing hingga Rp862,18 miliar. Laporan keuangan semester I-2026 yang positif gagal mengangkat harga saham BMRI sehingga mencatat penurunan 8 persen dalam sepekan.

  • Saham PT Astra International Tbk (ASII) yang dilego asing hampir Rp500 miliar
  • Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang juga tak luput dari sasaran aksi jual mencapai lebih dari Rp300 miliar
  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang menghadapi tekanan jual asing hingga lebih dari Rp150 miliar
  • Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang juga tertekan oleh aksi jual sehingga menekan harga

Dampak Jual Bersih Investor Asing

Aksi jual bersih investor asing ini dapat mempengaruhi pergerakan IHSG dan harga saham emiten-emiten yang terkena dampak. Oleh karena itu, investor ritel perlu memantau pergerakan pasar saham dan melakukan analisis saham sebelum membuat keputusan investasi.

Implikasi bagi Investor Ritel

Bagi investor ritel, pergerakan IHSG yang volatil dan aksi jual bersih investor asing ini perlu diwaspadai. Investor ritel perlu mempertimbangkan strategi investasi yang tepat dan melakukan diversifikasi portofolio untuk mengurangi risiko. Dengan demikian, investor ritel dapat membuat keputusan investasi yang lebih bijak dan mengoptimalkan potensi keuntungan di pasar saham Indonesia.

Bagi investor ritel Indonesia, penting untuk memahami bahwa pergerakan IHSG dan aksi jual bersih investor asing dapat mempengaruhi kinerja portofolio mereka. Oleh karena itu, mereka perlu terus memantau pergerakan pasar saham dan melakukan analisis saham untuk membuat keputusan investasi yang tepat dan mengoptimalkan potensi keuntungan di pasar saham Indonesia.

Disadur dan ditulis ulang oleh redaksi Regular Investor dari pemberitaan IDX Channel.

Disclaimer: Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Tags: #Investment#Berita Saham