Memuat data pasar…
Investment Berita Saham

Manulife Proyeksikan Saham Asia Tetap Menarik di Semester II 2026 Didukung Laba Emiten

RI

Tim Redaksi Regular Investor

Minggu, 19 Juli 2026

3 menit
Manulife Proyeksikan Saham Asia Tetap Menarik di Semester II 2026 Didukung Laba Emiten

Manulife Investment Management memproyeksikan saham Asia tetap menarik di semester II 2026, didukung pertumbuhan laba emiten dan kondisi keuangan yang lebih longgar.

Manulife Investment Management menyatakan optimisme terhadap prospek pasar saham Asia pada paruh kedua tahun 2026. Pandangan positif ini didasari oleh ekspektasi perbaikan pertumbuhan laba perusahaan, kondisi keuangan yang lebih akomodatif, serta beragam faktor pendorong pertumbuhan yang unik di setiap kawasan. Para investor diharapkan dapat menemukan peluang menarik di tengah dinamika ekonomi global.

Prospek Saham Asia: Didorong Laba dan Kebijakan

June Chua, Head of Asia Equities di Manulife Investment Management, menyoroti Tiongkok sebagai salah satu pasar dengan prospek pertumbuhan laba yang lebih berkelanjutan dalam 12 hingga 18 bulan ke depan. Setelah melewati periode pelemahan, ekonomi Tiongkok kini menunjukkan pemulihan yang lebih luas dan stabilisasi siklus industri. Peluang investasi terlihat jelas di sektor-sektor seperti kecerdasan buatan (AI), semikonduktor, manufaktur canggih, dan peralatan kelistrikan. Dukungan kebijakan pemerintah dan valuasi yang masih menarik semakin memperkuat latar belakang konstruktif bagi saham-saham Tiongkok dalam jangka menengah.

Selain Tiongkok, pasar saham di Taiwan dan Korea Selatan juga diperkirakan akan terus menikmati momentum kuat dari ekosistem AI global. Rantai pasok yang tangguh dan inovasi teknologi yang berkelanjutan menjadi motor utama pendorong pertumbuhan laba di sektor semikonduktor dan industri terkait lainnya. Ini menunjukkan bagaimana inovasi teknologi menjadi kunci penggerak nilai di pasar-pasar tersebut.

Di kawasan ASEAN, meskipun tantangan jangka pendek masih membayangi, upaya kebijakan yang terkoordinasi dan penguatan permintaan domestik diharapkan dapat menopang pemulihan ekonomi yang lebih berkelanjutan. Secara keseluruhan, saham-saham Asia menawarkan sumber pertumbuhan dan diversifikasi yang berbeda bagi portofolio investor. Namun, June Chua menekankan bahwa perbedaan kinerja antar pasar dan sektor masih tinggi, sehingga pengelolaan investasi aktif serta pendekatan yang disiplin dan selektif sangat krusial untuk menangkap peluang terbaik di kawasan ini.

Daya Tarik Obligasi Asia di Tengah Volatilitas Global

Tidak hanya saham, Manulife Investment Management melalui Murray Collis, Head of Asia Fixed Income, juga memprediksi bahwa obligasi Asia akan tetap berada pada posisi yang baik di semester II 2026. Obligasi Asia menawarkan kombinasi imbal hasil yang lebih tinggi dan durasi yang lebih pendek dibandingkan instrumen global sejenis, menjadikannya pilihan menarik bagi investor yang mencari sumber pendapatan dan diversifikasi. Karakteristik ini memberikan bantalan pendapatan yang lebih tangguh terhadap volatilitas suku bunga.

Peluang investasi terlihat pada obligasi berdenominasi dolar AS di Asia serta pasar obligasi mata uang lokal tertentu, di mana dukungan kebijakan dan fundamental ekonomi yang solid dapat membantu menopang imbal hasil. Pada instrumen kredit, obligasi berimbal hasil tinggi (high yield) di Asia menonjol dengan potensi imbal hasil yang menarik, didukung oleh fundamental perusahaan yang membaik. Sementara itu, obligasi dengan peringkat investasi (investment grade) tetap ditopang oleh pertumbuhan ekonomi kawasan yang sehat.

Di pasar obligasi mata uang lokal, selektivitas menjadi faktor kunci. Jepang dan India, misalnya, menawarkan peluang yang berbeda seiring kondisi kebijakan dan dinamika pasar yang mendukung pergerakan suku bunga maupun mata uang. Faktor teknis juga mendukung pasar obligasi Asia, antara lain melalui terbatasnya pasokan bersih obligasi dolar AS di kawasan, yang membantu menopang valuasi. Dengan latar belakang ini, obligasi Asia siap untuk memberikan pendapatan dan diversifikasi, sekaligus menawarkan ketahanan relatif pada paruh kedua tahun 2026.

Strategi Investasi Selektif di Tengah Dinamika Pasar

Manulife Investment Management menyimpulkan bahwa pengelolaan portofolio yang efektif pada semester II 2026 akan sangat bergantung pada kemampuan investor untuk beradaptasi terhadap perbedaan laju pertumbuhan antarwilayah dan kondisi inflasi yang masih persisten. Pendekatan yang fleksibel dan selektif akan menjadi kunci untuk menavigasi lanskap pasar yang kompleks ini.

Bagi investor ritel di Indonesia, pandangan Manulife ini menggarisbawahi pentingnya diversifikasi portofolio tidak hanya di pasar domestik (IHSG) tetapi juga mempertimbangkan eksposur ke pasar Asia yang lebih luas. Meskipun tidak ada kode ticker emiten IDX yang disebutkan secara spesifik, investor dapat mencari reksa dana atau produk investasi lain yang memiliki alokasi pada saham dan obligasi di pasar-pasar Asia yang disebutkan, terutama yang berfokus pada sektor teknologi, manufaktur canggih, atau yang memiliki fundamental kuat di tengah dukungan kebijakan. Pemahaman terhadap dinamika regional dan selektivitas dalam memilih instrumen investasi akan menjadi krusial untuk mengoptimalkan potensi keuntungan dan mengelola risiko di tengah ketidakpastian global.

Disadur dan ditulis ulang oleh redaksi Regular Investor dari pemberitaan Antara Bursa.

Disclaimer: Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Tags: #Investment#Berita Saham