Memuat data pasar…

Larangan Media Sosial Malam Hari untuk Remaja Britania Raya

RI

Tim Redaksi Regular Investor

Rabu, 15 Juli 2026

2 menit
Larangan Media Sosial Malam Hari untuk Remaja Britania Raya

Pemerintah Britania Raya mengusulkan larangan media sosial malam hari untuk remaja berusia 16 dan 17 tahun

Pemerintah Britania Raya telah mengumumkan rencana untuk melarang remaja berusia 16 dan 17 tahun menggunakan media sosial pada malam hari. Rencana ini termasuk membuat aplikasi seperti Instagram, TikTok, dan YouTube tidak tersedia secara default antara pukul 00.00 dan 06.00.

Larangan Media Sosial dan Fitur Addiktif

Pemerintah juga ingin mematikan fitur "addiktif" seperti auto-play dan infinite scroll. Mereka percaya bahwa langkah-langkah ini akan meningkatkan fokus, kualitas tidur, dan kehidupan keluarga remaja. Namun, kritikus telah menggambarkan proposal ini sebagai "setengah hati" dan "kesempatan yang terlewatkan" untuk keamanan anak-anak.

Reaksi Kritikus dan Ahli

Beberapa ahli dan organisasi keamanan anak-anak telah mengkritik rencana ini, mengatakan bahwa langkah-langkah ini tidak cukup untuk melindungi anak-anak dari bahaya media sosial. Mereka juga khawatir bahwa larangan malam hari dapat membatasi akses remaja ke media sosial ketika mereka membutuhkannya paling.

Pengujian dan Hasil

Pemerintah telah melakukan pengujian pada beberapa keluarga di Britania Raya, di mana remaja memiliki akses media sosial yang terbatas pada malam hari. Hasilnya menunjukkan bahwa remaja yang memiliki akses media sosial yang terbatas memiliki kualitas tidur yang lebih baik dan kehidupan keluarga yang lebih harmonis.

Namun, beberapa ahli telah mengingatkan bahwa hasil ini tidak dapat digeneralisir dan bahwa lebih banyak penelitian diperlukan untuk memahami dampak larangan media sosial pada remaja.

Implikasi Bagi Investor Indonesia

Bagi investor Indonesia, rencana larangan media sosial malam hari di Britania Raya dapat memiliki implikasi pada industri teknologi dan media sosial. Perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia mungkin perlu mempertimbangkan untuk mengimplementasikan kebijakan serupa untuk melindungi pengguna remaja mereka. Selain itu, investor juga perlu memantau perkembangan regulasi media sosial di Indonesia dan bagaimana hal ini dapat mempengaruhi industri teknologi dan media sosial di negara ini.

Disadur dan ditulis ulang oleh redaksi Regular Investor dari pemberitaan BBC Business.

Disclaimer: Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Tags: #Technology