APBN 2025 Berjalan Efisien, Efektif, dan Akuntabel
Pelaksanaan APBN 2025 berjalan dengan efisien, efektif, dan akuntabel, mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global
Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2025 berjalan dengan efisien, efektif, dan akuntabel, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa APBN 2025 telah berjalan dengan baik dan berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk 10 kalinya secara berturut-turut sejak LKPP tahun 2016.
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global
Tahun 2025 menjadi periode yang penuh dengan tantangan bagi perkembangan global. Dinamika geopolitik yang masih berlanjut dan semakin menguatnya fragmentasi perdagangan dunia telah mengubah pola kerja perekonomian internasional. Berbagai perkembangan tersebut mempengaruhi kelancaran perdagangan dan logistik global, serta meningkatkan volatilitas pasar keuangan.
Akibatnya, ketidakpastian ekonomi global semakin tinggi dan memberikan tekanan terhadap prospek pertumbuhan ekonomi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Namun, APBN dinyatakan terus bekerja keras untuk menjaga perekonomian Indonesia tetap stabil di tengah ketidakpastian global seiring melakukan sinergi erat antara kebijakan fiskal yang responsif dan kebijakan moneter yang prudent.
Kinerja Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Indonesia sendiri mampu mencatat pertumbuhan ekonomi tahun 2025 di level 5,11 persen, yang mencerminkan fundamental ekonomi yang resilien dalam menghadapi perkembangan perlambatan ekonomi global. Pertumbuhan ini ditopang konstruksi rumah tangga yang tetap terjaga di level 4,98 persen dan investasi yang tumbuh 5,09 persen, yang menandakan aktivitas ekonomi domestik terus bergerak positif.
Kinerja pertumbuhan yang kuat tersebut juga diikuti dengan terjaganya stabilitas harga. Tercatat, inflasi pada akhir tahun 2025 terkendali di level 2,92 persen year on year (yoy) yang menjadi bukti keberhasilan pengendalian harga oleh pemerintah, membantu dalam menjaga daya beli masyarakat, dan memperkuat efektivitas kebijakan fiskal dalam memberikan perlindungan sosial secara tepat sasaran.
Dampak Kebijakan Fiskal terhadap Masyarakat
Untuk memperkuat dampak kebijakan fiskal bagi masyarakat, pemerintah memberikan paket stimulus ekonomi secara bertahap di setiap kuartal sepanjang tahun 2025. Stimulus ini diarahkan untuk menjaga daya beli, mendorong konsumsi domestik, serta memperkuat sektor riil melalui dukungan bagi UMKM, sektor padat karya, perumahan, program magang, hingga diskon tiket pada masa liburan, serta pemberdayaan generasi muda dengan total stimulus mencapai Rp110,7 triliun.
Implikasi bagi Investor Ritel
Berita ini memiliki implikasi positif bagi investor ritel di Indonesia, karena menunjukkan bahwa pemerintah telah berhasil menjaga perekonomian Indonesia tetap stabil di tengah ketidakpastian global. Dengan demikian, investor ritel dapat memiliki harapan yang lebih baik terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia dan membuat keputusan investasi yang lebih tepat. Selain itu, kebijakan fiskal yang responsif dan kebijakan moneter yang prudent juga dapat membantu menjaga stabilitas pasar keuangan dan meningkatkan kepercayaan investor.
Disadur dan ditulis ulang oleh redaksi Regular Investor dari pemberitaan Antara Finansial.
Disclaimer: Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.