Memuat data pasar…
Business Saham

Langkah Strategis Grup Bakrie Masuk Bisnis Pengolahan Sampah Jadi Energi di Surabaya

RI

Tim Redaksi Regular Investor

Sabtu, 18 Juli 2026

5 menit
Langkah Strategis Grup Bakrie Masuk Bisnis Pengolahan Sampah Jadi Energi di Surabaya

Grup Bakrie melalui Bakrie Power resmi menjadi mitra pengembang proyek PSEL Surabaya Raya. Simak strategi diversifikasi bisnis perusahaan dalam mendukung transisi energi hijau di Indonesia.

Grup Bakrie kian serius merambah sektor energi baru terbarukan. Melalui unit usahanya, PT Bakrie Power, perusahaan ini resmi terpilih menjadi mitra pengembang dalam proyek strategis Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) untuk wilayah Surabaya Raya. Ekspansi ini menjadi sinyal kuat bahwa Grup Bakrie mulai mengalihkan fokus pada model bisnis yang lebih berkelanjutan, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan akan pengelolaan sampah perkotaan yang efektif di Indonesia.

Penetapan mitra ini dilakukan oleh PT Danantara Investment Management (DIM) bersama PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) dalam kerangka pengembangan PSEL tahap kedua. Proyek ini mencakup delapan lokasi pengembangan strategis yang tersebar di 20 kabupaten dan kota, dengan Surabaya Raya menjadi salah satu titik yang menjadi prioritas utama.

Konsorsium Bakrie Power sebagai Pemain Utama

Dalam proyek ini, Bakrie Power bergerak melalui Consortium Mentari Citra Lestari. Konsorsium ini merupakan kolaborasi antara Bakrie Power, PT Acritas Karya Persada, serta SUS Indonesia Holding Limited. Penetapan mereka sebagai mitra terpilih atau preferred partner oleh pihak Danantara menandai dimulainya keterlibatan Grup Bakrie dalam menggarap solusi konkret bagi masalah sampah perkotaan yang semakin kompleks.

Ronald Nehemia Sinaga, President Director & Chief Executive Officer PT Bakrie Power, melihat sektor waste to energy sebagai peluang diversifikasi usaha dengan prospek jangka panjang yang sangat menarik. Baginya, keterlibatan perusahaan bukan sekadar urusan bisnis, melainkan bentuk dukungan nyata terhadap agenda transisi energi nasional.

Mengkaji Potensi Kapasitas dan Tahapan Proyek

Fasilitas PSEL yang direncanakan di kawasan Surabaya Raya ini diproyeksikan memiliki kapasitas pengolahan sampah mencapai 1.100 ton setiap harinya. Angka ini mencerminkan besarnya tantangan sekaligus peluang bagi konsorsium dalam mengelola volume sampah menjadi energi yang bernilai ekonomis.

Namun, manajemen saat ini masih bersikap hati-hati mengenai detail teknis dan finansial. Ronald menyampaikan bahwa kapasitas akhir, nilai investasi, serta skema pendanaan masih dalam tahap pengkajian mendalam. Konsorsium Bakrie Power SUS, bersama Danantara dan Denera, kini tengah mematangkan berbagai aspek krusial mulai dari kajian teknis, komersial, perizinan, hingga struktur pembiayaan agar proyek ini dapat berjalan dengan prinsip kehati-hatian dan efisiensi yang tinggi.

Menuju Transisi Energi yang Berkelanjutan

Ke depan, tahapan pembangunan hingga target operasi komersial proyek ini akan terus diselaraskan dengan berbagai pemangku kepentingan. Pihak Bakrie Power berkomitmen untuk menjaga transparansi dan akan memberikan informasi lebih lanjut seiring dengan adanya kepastian terkait tahapan implementasi proyek.

Langkah Grup Bakrie ini mencerminkan tren industri yang mulai melirik model ekonomi sirkular dalam pengelolaan energi. Dengan mengombinasikan keahlian teknis dan manajemen proyek yang matang, kehadiran proyek PSEL Surabaya Raya diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi pengelolaan sampah berbasis energi di kota-kota besar lainnya di Indonesia. Dukungan dari berbagai pihak menjadi kunci bagi kesuksesan proyek ini untuk menjawab tantangan lingkungan sekaligus menyediakan pasokan energi bersih yang stabil bagi masyarakat.

Disclaimer: Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Tags: #Business#Saham