Memuat data pasar…

IHSG Terkoreksi 31,81% di Semester I-2026, Pasar Menanti Tinjauan MSCI dan FTSE

RI

Tim Redaksi Regular Investor

Senin, 29 Juni 2026

5 menit
IHSG Terkoreksi 31,81% di Semester I-2026, Pasar Menanti Tinjauan MSCI dan FTSE

IHSG turun 31,81% hingga akhir Juni 2026 dengan net sell asing Rp71,68 triliun. Pasar menanti tinjauan MSCI dan FTSE pada Agustus–September yang akan menjadi titik transisi penting bagi kepercayaan investor asing.

Koreksi IHSG dan Sentimen Asing

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang semester pertama 2026 terkoreksi tajam sebesar 31,81% ke level 5.896,14 per penutupan perdagangan 26 Juni 2026. Koreksi ini disertai aksi jual asing dengan net sell mencapai Rp71,68 triliun.

Penurunan IHSG mencerminkan tekanan sentimen global dan domestik, terutama terkait penilaian penyedia indeks internasional seperti MSCI dan FTSE. Investor asing masih berhati-hati menunggu kepastian arah reformasi pasar modal Indonesia setelah penerapan UU P2SK.

Agenda Besar: MSCI Quarterly Review

Pasar kini menanti MSCI Quarterly Index Review yang dijadwalkan diumumkan pada 12 Agustus 2026 dan berlaku efektif 1 September 2026. Tinjauan ini menjadi evaluasi formal pertama terhadap pasar Indonesia sejak reformasi UU P2SK.

Analis menilai perubahan konstituen dalam tinjauan Agustus kemungkinan terbatas karena masih ada pembatasan terhadap penambahan saham Indonesia ke indeks. Namun, perusahaan dengan free float rendah, konsentrasi kepemilikan tinggi, atau masalah investabilitas tetap berpotensi mengalami penyesuaian.

Lebih penting dari jumlah saham yang masuk atau keluar indeks adalah apakah penilaian MSCI mulai mencerminkan kemajuan reformasi regulasi Indonesia. Indikasi peningkatan kepercayaan terhadap transparansi kepemilikan dan kualitas free float akan menjadi sinyal awal normalisasi pasar.

FTSE Russell Semi-Annual Review: Titik Transisi September

Selain MSCI, agenda besar lainnya adalah FTSE Russell Semi-Annual Review pada 21 September 2026. Tinjauan ini dinilai lebih krusial karena akan menentukan apakah pembekuan rebalancing yang diberlakukan sejak Februari 2026 mulai dilonggarkan.

Analis menilai September 2026 menjadi titik transisi penting bagi pasar modal Indonesia. Dua skenario diperkirakan terjadi: pertama, normalisasi penuh ketika FTSE mencabut pembekuan rebalancing, yang akan mendukung pemulihan sentimen investor asing. Kedua, FTSE mempertahankan sebagian besar pembekuan sambil menunggu implementasi reformasi lebih lanjut, sehingga tekanan pasar tetap selektif.

Dalam kedua skenario, kredibilitas OJK dalam meningkatkan transparansi kepemilikan serta kemampuan BEI menegakkan standar free float akan menjadi faktor penentu.

Prospek Pasar dan Perbaikan Taktikal

Analis BRI Danareksa Sekuritas mencatat bahwa menjelang semester kedua, IHSG mulai menunjukkan perbaikan taktikal. Aksi jual asing pada saham besar yang terkena penghapusan indeks MSCI melambat, sementara rupiah perlahan meninggalkan level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Meski demikian, risiko fiskal, kepastian kebijakan, dan peringkat sovereign masih menjadi tantangan. Normalisasi penuh pasar modal Indonesia diperkirakan membutuhkan beberapa siklus tinjauan tambahan. Namun, hasil MSCI dan FTSE pada Agustus–September 2026 akan menjadi penentu awal arah aliran dana asing dan prospek pemulihan IHSG.

Disclaimer: Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Tags: #Investment#IDX