Memuat data pasar…
Investment BMRI

Bank Mandiri Catat Laba Rp23,3 Triliun hingga Mei 2026

RI

Tim Redaksi Regular Investor

Senin, 29 Juni 2026

5 menit
Bank Mandiri Catat Laba Rp23,3 Triliun hingga Mei 2026

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) membukukan laba bersih Rp23,3 triliun hingga Mei 2026, tumbuh 18,6% YoY. Kinerja solid didukung pertumbuhan kredit, DPK, dan strategi bisnis yang konsisten.

Pertumbuhan Laba dan Aset

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat laba bersih bank only sebesar Rp23,3 triliun sepanjang Januari–Mei 2026. Kinerja ini tumbuh 18,6% secara tahunan (YoY) dan menjaga return on equity (ROE) tetap di kisaran 20% di tengah dinamika ekonomi global.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Mei 2026, total aset BMRI mencapai Rp2.306 triliun, naik 20% YoY. Penyaluran kredit tumbuh 20,6% YoY menjadi Rp1.580 triliun, mengalir ke berbagai sektor produktif termasuk hilirisasi industri dan UMKM. Dana pihak ketiga (DPK) juga meningkat 22% YoY menjadi Rp1.716 triliun, didukung pertumbuhan dana murah (CASA).

Direktur Finance & Strategy BMRI, Novita Widya Anggraini, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil eksekusi strategi bisnis yang konsisten dengan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang disiplin.

Dukungan terhadap Program Nasional

Novita menambahkan bahwa Bank Mandiri akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah melalui pembiayaan program prioritas nasional. Fokus pembiayaan mencakup Kredit Usaha Rakyat (KUR), UMKM dan koperasi, KPR subsidi, serta sektor strategis dan hilirisasi.

Bank Mandiri juga mengintegrasikan layanan digital, jaringan distribusi, dan pembiayaan produktif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Sinergi ekosistem ini diharapkan mampu memperluas akses layanan ke seluruh lapisan masyarakat.

Pandangan Analis dan Prospek Saham

Stockbit Sekuritas menilai kinerja bank only BMRI selama lima bulan pertama 2026 masih menunjukkan pertumbuhan solid. Beban provisi turun 16% YoY, dengan credit cost bulanan stabil di kisaran 0,55% sejak Maret 2026.

Meski fundamental BMRI tetap kuat, Stockbit menilai pergerakan saham dalam jangka pendek lebih dipengaruhi sentimen eksternal. Faktor seperti pembaruan MSCI terhadap pasar Indonesia dan review S&P terkait sovereign credit rating Indonesia berpotensi menentukan arah aliran dana asing ke saham perbankan besar, termasuk BMRI.

Dengan laba yang terus tumbuh, aset yang meningkat, serta dukungan terhadap program nasional, BMRI dipandang memiliki prospek positif jangka panjang. Namun, investor tetap perlu mencermati dinamika eksternal yang dapat memengaruhi pergerakan saham dalam waktu dekat.

Disclaimer: Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Tags: #Investment#BMRI