Memuat data pasar…
Investment Berita Saham

Australia Wajibkan Fitur Keselamatan Canggih, Potensi Pasar ADAS Meningkat

RI

Tim Redaksi Regular Investor

Sabtu, 25 Juli 2026

4 menit
Australia Wajibkan Fitur Keselamatan Canggih, Potensi Pasar ADAS Meningkat

Pemerintah Australia mewajibkan teknologi Lane Keep Assist dan Autonomous Emergency Braking pada mobil baru mulai 2029, mendorong inovasi dan potensi pertumbuhan pasar ADAS global.

Pemerintah Federal Australia akan mewajibkan penggunaan teknologi pencegah kecelakaan canggih pada seluruh mobil penumpang dan kendaraan niaga ringan baru. Mulai 1 Maret 2029, setiap kendaraan yang diimpor ke Australia harus dilengkapi sistem Lane Keep Assist (LKA) dan Autonomous Emergency Braking (AEB) yang mampu mendeteksi pesepeda. Langkah ini menandai era baru dalam regulasi otomotif yang berfokus pada mitigasi risiko kecelakaan.

Aturan ini memiliki fase implementasi. Model kendaraan yang baru diperkenalkan ke pasar Australia diwajibkan memenuhi standar ini lebih awal, yakni mulai 1 Maret 2028. Setahun kemudian, pada 1 Maret 2029, kewajiban akan diperluas ke seluruh model baru yang diimpor, terlepas dari kapan model tersebut diluncurkan. Kendaraan yang diimpor sebelum 1 Maret 2029 masih dapat dijual setelah tanggal tersebut, sementara mobil bekas tidak terdampak aturan baru ini.

Standar Keselamatan Baru: LKA dan AEB

Sistem Lane Keep Assist (LKA) dirancang membantu pengemudi menjaga kendaraan tetap di jalurnya, mencegah mobil keluar jalur tanpa disengaja. Sementara Autonomous Emergency Braking (AEB) adalah teknologi yang secara otomatis mengerem saat mendeteksi potensi tabrakan. Sebelumnya, AEB hanya diwajibkan mendeteksi pejalan kaki dan kendaraan lain. Kini, kemampuan deteksi AEB diperluas mencakup pesepeda, langkah krusial mengingat kerentanan pengguna jalan ini.

Kewajiban ini melengkapi teknologi keselamatan canggih lain yang telah diterapkan di Australia. Saat ini, AEB dengan deteksi kendaraan sudah menjadi standar untuk mobil penumpang, SUV, pikap, van, dan truk ringan. Aturan AEB dengan deteksi pejalan kaki juga telah diberlakukan. Inisiatif ini menunjukkan komitmen Australia mengurangi angka kecelakaan fatal dan cedera serius.

Dampak pada Industri Otomotif dan Produsen

Banyak mobil baru terlaris di Australia sudah dilengkapi LKA dan AEB dengan deteksi pesepeda, sebagai syarat peringkat keselamatan bintang lima dari ANCAP (Australasian New Car Assessment Program). Namun, sejumlah model lama masih dijual tanpa sistem tersebut, atau menggunakan versi yang belum memenuhi parameter pengujian pemerintah. ANCAP, bersama Euro NCAP, sempat dikritik karena mendorong teknologi lane keeping tanpa memastikan sistem bekerja intuitif dan tidak mengganggu pengemudi. Kini, ANCAP telah memperbarui protokol pengujiannya untuk mengevaluasi agresivitas intervensi sistem.

Regulasi ini berpotensi menimbulkan tantangan bagi produsen. Persyaratan AEB dengan deteksi kendaraan sebelumnya telah mengakhiri penjualan model seperti Mitsubishi ASX, Eclipse Cross, Pajero Sport, serta Mazda6 pada 2025. Meskipun model-model tersebut dibekali fitur AEB, sistem yang digunakan tidak memenuhi parameter operasional regulasi. Ini menunjukkan bahwa sekadar memiliki fitur tidak cukup; implementasinya harus sesuai standar ketat.

Beberapa produsen pernah mengajukan pengecualian atau penyesuaian untuk menghindari ketentuan keselamatan. Contohnya, Ineos Grenadier memanfaatkan celah regulasi kendaraan off-road agar tidak diwajibkan menggunakan AEB standar. Toyota LandCruiser 70 Series mengubah kategori kendaraannya pada 2022 untuk menghindari ketentuan serupa. Namun, pengecualian aturan baru LKA dan AEB dengan deteksi pesepeda berlaku bagi pikap (ute) dan van dengan Gross Vehicle Mass (GVM) 3,5 ton atau lebih, seperti Toyota LandCruiser 70 Series dan Ram 1500. Kendaraan ini hanya diwajibkan memiliki AEB yang mampu mendeteksi kendaraan lain serta, mulai 2028, sistem lane departure warning yang memberi peringatan saat kendaraan keluar jalur, bukan sistem yang otomatis mengarahkan kembali ke lajunya.

Evolusi Teknologi ADAS dan Pasar Global

Usulan kewajiban LKA pertama kali diajukan pemerintahan federal sebelumnya pada 2021, dengan rencana penerapan lebih cepat. Namun, implementasinya ditunda setelah muncul masukan dalam konsultasi publik, terutama mengenai kemampuan kendaraan yang dirancang untuk pasar luar negeri dalam mengenali marka jalan di Australia. Penundaan ini memungkinkan Departemen Infrastruktur, Transportasi, Pembangunan Regional, Komunikasi, dan Seni Australia bekerja sama dengan United Nations World Forum for Harmonization of Vehicle Regulations memastikan marka jalan Australia dimasukkan ke persyaratan internasional.

Terlepas dari tantangan implementasi, tren global menunjukkan peningkatan adopsi teknologi Advanced Driver-Assistance Systems (ADAS) seperti LKA dan AEB. Perusahaan seperti BYD dan Wuling, yang disebutkan dalam konteks fitur ADAS, menunjukkan bagaimana teknologi ini semakin integral dalam penawaran produk mereka. Peningkatan standar keselamatan di pasar maju seperti Australia akan mendorong inovasi lebih lanjut pengembangan ADAS, yang pada gilirannya memacu pertumbuhan pasar global komponen dan perangkat lunak terkait.

Implikasi bagi Investor Ritel Indonesia

Meskipun regulasi keselamatan otomotif di Australia ini tidak secara langsung berkaitan dengan pergerakan IHSG atau kinerja emiten di Bursa Efek Indonesia, tren global teknologi otomotif memiliki implikasi jangka panjang bagi investor ritel. Peningkatan standar keselamatan yang mendorong adopsi ADAS secara massal dapat menciptakan peluang investasi di sektor terkait, seperti produsen komponen elektronik, pengembang perangkat lunak untuk kendaraan otonom, atau perusahaan material canggih. Investor dapat mulai mengamati perusahaan global pemimpin inovasi ADAS, dan secara tidak langsung, mencari tahu apakah ada perusahaan di Indonesia yang menjadi bagian dari rantai pasok global tersebut atau berpotensi mengembangkan teknologi serupa di masa depan. Memahami tren ini dapat membantu investor ritel mengidentifikasi potensi pertumbuhan di sektor teknologi dan otomotif yang lebih luas, meskipun dampaknya mungkin tidak langsung terasa pada saham lokal.

Disadur dan ditulis ulang oleh redaksi Regular Investor dari pemberitaan Antara Bisnis.

Disclaimer: Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Tags: #Investment#Berita Saham