Memuat data pasar…
Economics Ekonomi

Sinergi Pemerintah dan ANTAM dalam Gerak Hijau 2026: Investasi Jangka Panjang Lingkungan

RI

Tim Redaksi Regular Investor

Minggu, 26 Juli 2026

3 menit
Sinergi Pemerintah dan ANTAM dalam Gerak Hijau 2026: Investasi Jangka Panjang Lingkungan

Gerak Hijau 2026 menjadi momentum kolaborasi pemerintah dan PT ANTAM (Persero) Tbk untuk mendorong kesadaran lingkungan serta praktik ekonomi sirkular yang berkelanjutan.

Ribuan masyarakat memadati area Car Free Day (CFD) Sudirman, Jakarta, pada sebuah Minggu di bulan Juli, untuk mengikuti Gerak Hijau 2026. Acara ini merupakan inisiatif kolaboratif yang bertujuan mengajak publik menerapkan gaya hidup sehat sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui serangkaian aksi nyata. Diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan didukung penuh oleh PT ANTAM (Persero) Tbk sebagai sponsor utama, Gerak Hijau berhasil menyatukan berbagai elemen, mulai dari pemerintah, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat umum, dalam semangat 'Gerak Bersama, Hijaukan Indonesia'.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup RI, Diaz Hendropriyono, turut hadir dalam acara yang juga didukung oleh berbagai perusahaan dan komunitas yang memiliki komitmen kuat terhadap keberlanjutan. Di antaranya adalah Ballikin dan Rekosistem, yang menghadirkan solusi inovatif dalam pengelolaan sampah dan penerapan ekonomi sirkular. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dari upaya edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya praktik-praktik ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Sinergi Pemerintah dan BUMN dalam Aksi Lingkungan

Kolaborasi antara pemerintah dan badan usaha milik negara (BUMN) seperti ANTAM dalam Gerak Hijau 2026 menunjukkan komitmen serius terhadap isu keberlanjutan. Sebagai salah satu BUMN terkemuka di sektor pertambangan, ANTAM tidak hanya berfokus pada operasional bisnis, tetapi juga pada tanggung jawab sosial dan lingkungan. Dukungan ANTAM terhadap gerakan ini mencerminkan pemahaman bahwa keberlanjutan lingkungan adalah fondasi bagi keberlanjutan ekonomi jangka panjang.

Direktur Utama PT ANTAM (Persero) Tbk, Untung Budiharto, menegaskan bahwa Gerak Hijau adalah momentum krusial untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, perubahan besar selalu berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara bersama-sama. Gerak Hijau menjadi wadah bagi pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat untuk bergerak serentak menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan lestari. Keterlibatan ANTAM dalam gerakan ini merupakan bentuk kebanggaan dan komitmen perusahaan terhadap masa depan lingkungan Indonesia.

Mendorong Ekonomi Sirkular dan Partisipasi Publik

Beragam aktivitas diselenggarakan sepanjang acara untuk menarik partisipasi dan edukasi masyarakat. Mulai dari Fun Walk yang mengajak masyarakat berolahraga, edukasi pengelolaan sampah yang mengajarkan praktik pemilahan dan daur ulang, hingga bazar UMKM yang mempromosikan produk-produk lokal dan berkelanjutan. Untuk anak-anak, tersedia Junior Miners, sebuah area bermain tematik pertambangan yang edukatif. Selain itu, pembagian bibit gratis dan kampanye gaya hidup berkelanjutan turut digalakkan untuk menanamkan kesadaran sejak dini.

ANTAM secara khusus memperkenalkan beberapa inisiatif keberlanjutan yang mendorong partisipasi aktif masyarakat. Salah satunya adalah booth ANTAM yang tidak hanya melayani transaksi, tetapi juga memberikan edukasi mengenai praktik pertambangan yang bertanggung jawab. Program Bank Sampah Pintar juga diperkenalkan, sebuah inovasi untuk meningkatkan nilai ekonomi sampah melalui pengelolaan yang lebih modern dan efisien. Inisiatif ini tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat.

Investasi Lingkungan untuk Ketahanan Jangka Panjang

Komitmen ANTAM terhadap lingkungan juga diwujudkan melalui kontribusi nyata dalam rehabilitasi ekosistem. Perusahaan membagikan ribuan bibit pohon kepada masyarakat, sebuah langkah konkret untuk penghijauan dan peningkatan kualitas udara. Lebih jauh lagi, ANTAM menyerahkan 5.000 bibit mangrove sebagai upaya mendukung rehabilitasi ekosistem pesisir. Penanaman mangrove sangat vital untuk menjaga garis pantai dari abrasi, menyediakan habitat bagi keanekaragaman hayati laut, serta berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim dengan menyerap karbon dioksida.

Melalui Gerak Hijau, masyarakat tidak hanya diajak untuk berolahraga dan menikmati ruang publik, tetapi juga diperkenalkan pada berbagai praktik sederhana yang dapat diterapkan sehari-hari. Mulai dari memilah sampah di rumah, mendukung produk dan jasa ekonomi sirkular, menanam pohon di lingkungan sekitar, hingga berkontribusi dalam pelestarian ekosistem pesisir. Gerakan ini diharapkan menjadi inspirasi berkelanjutan yang mampu memicu lebih banyak pihak untuk mengambil bagian dalam menjaga lingkungan, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dalam mewujudkan Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Bagi investor ritel, inisiatif seperti Gerak Hijau 2026 yang melibatkan BUMN besar seperti ANTAM menunjukkan tren penting dalam dunia investasi. Perusahaan yang aktif dalam program keberlanjutan dan memiliki komitmen kuat terhadap aspek Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) cenderung memiliki risiko jangka panjang yang lebih rendah dan potensi pertumbuhan yang lebih stabil. Investor dapat mempertimbangkan untuk mengalokasikan portofolio pada perusahaan-perusahaan yang tidak hanya mengejar profit, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat, sejalan dengan meningkatnya kesadaran global akan investasi berkelanjutan.

Disadur dan ditulis ulang oleh redaksi Regular Investor dari pemberitaan Detik Finance.

Disclaimer: Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Tags: #Economics#Ekonomi