Pasar Saham Indonesia Menguat Dengan Penguatan Semua Sektor
IHSG ditutup naik 66,24 poin atau 1,10 persen ke posisi 6.108,21, didukung oleh penguatan semua sektor saham
IHSG pada Kamis sore ditutup naik ditopang oleh penguatan semua sektor saham, dengan peningkatan 66,24 poin atau 1,10 persen ke posisi 6.108,21. Sementara itu, indeks LQ45 naik 8,68 poin atau 1,45 persen ke posisi 608,58.
Penguatan IHSG Didukung oleh Pemerintah
Penguatan IHSG didukung oleh pemerintah yang tengah mempersiapkan langkah-langkah fiskal dan pasar untuk mengendalikan inflasi, khususnya pada komoditas pangan yang volatil dan meningkatnya biaya industri. Selain itu, keputusan lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia, masih menjadi sentimen positif bagi aset domestik.
Dampak Harga Minyak Dunia
Kenaikan harga minyak dunia yang kembali bergejolak, dan saat ini sudah tembus di atas 80 dolar AS per barel, dapat membatasi potensi kenaikan indeks. Namun, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Teheran telah mengindikasikan kesediaan untuk melanjutkan negosiasi.
Penguatan Semua Sektor Saham
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua sebelas sektor menguat, dipimpin sektor teknologi yang naik sebesar 1,94 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor properti yang naik masing-masing sebesar 1,57 persen dan 1,31 persen. Saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu KBLV, CTTH, RONY, AGAR, dan MLPT.
Frekuensi Perdagangan Saham
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.274.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 26,59 miliar lembar saham senilai Rp13,33 triliun. Sebanyak 385 saham naik, 254 saham menurun dan 326 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 2,63 persen ke 66.942,00, indeks Shanghai menguat 1,85 persen ke 3.882,41, indeks Hang Seng menguat 1,33 persen ke 25.008,60, dan indeks Strait Times melemah 0,37 persen ke 5.539,38.
Penguatan IHSG ini dapat menjadi pertanda baik bagi investor ritel Indonesia, karena menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia masih memiliki potensi untuk tumbuh. Namun, investor harus tetap waspada terhadap dampak harga minyak dunia dan perkembangan ekonomi global. Dengan memantau perkembangan saham-saham seperti BBCA dan TLKM, investor dapat membuat keputusan yang lebih tepat dalam berinvestasi di pasar saham Indonesia.
Disadur dan ditulis ulang oleh redaksi Regular Investor dari pemberitaan Antara Bursa.
Disclaimer: Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.