Memuat data pasar…
Economics Ekonomi

Pasar Karbon Indonesia Menjanjikan, Investasi Rp 200 Juta Bisa Mencapai Rp 1,5 Miliar

RI

Tim Redaksi Regular Investor

Senin, 27 Juli 2026

2 menit
Pasar Karbon Indonesia Menjanjikan, Investasi Rp 200 Juta Bisa Mencapai Rp 1,5 Miliar

Pasar karbon Indonesia menawarkan peluang investasi menjanjikan dengan potensi keuntungan besar dari penjualan kredit karbon

Pasar karbon di Indonesia mulai menarik perhatian banyak pihak, terutama setelah pemerintah menyediakan program pemulihan lingkungan yang memiliki manfaat ekonomi. Salah satu contoh program ini adalah rehabilitasi kawasan mangrove, yang tidak hanya membantu mengurangi emisi gas rumah kaca tetapi juga menawarkan peluang bisnis yang menguntungkan.

Potensi Ekonomi dari Pengelolaan Karbon

Menurut Jumhur, penanaman dan pemeliharaan mangrove seluas satu hektare selama tiga tahun membutuhkan dana sekitar Rp 200 juta. Namun, imbal hasilnya bisa mencapai Rp 1,5 miliar, tergantung pada harga karbon di pasar internasional. Dengan asumsi harga karbon rata-rata sekitar 30 dolar AS per ton, maka kawasan mangrove seluas satu hektare bisa menyerap 3.000 ton Co2 equivalen dan menghasilkan pendapatan sekitar 90.000 dolar AS atau setara Rp 1,5 miliar.

Perdagangan Karbon: Peluang dan Tantangan

Perdagangan karbon di Indonesia masih dalam tahap awal, tetapi sudah menarik minat dari investor asing. Namun, Jumhur menegaskan bahwa potensi ini harus lebih dulu dimanfaatkan oleh Indonesia sendiri. Ia menyebut perdagangan karbon sebagai "perdagangan gaib" karena barangnya tidak jelas, tetapi harganya bisa ribuan triliun rupiah. Oleh karena itu, Indonesia perlu memanfaatkan peluang ini dengan baik dan mengutamakan kepentingan nasional.

Ekonomi Karbon dan Kebutuhan Pendanaan Iklim

Ekonomi karbon menjadi salah satu sektor yang penting dalam menghadapi perubahan iklim. Berdasarkan dokumen Enhanced Nationally Determined Contribution (E-NDC), Indonesia ditargetkan untuk menurunkan emisi pada tahun 2030, yang diperkirakan menelan biaya hingga lebih dari Rp 50.000 triliun. Oleh karena itu, diperlukan skema-skema yang efektif untuk menekan emisi atau menyerap emisi karbon, termasuk melalui perdagangan karbon.

Dampak bagi Investor Ritel

Bagi investor ritel di Indonesia, pasar karbon menawarkan peluang investasi yang menjanjikan. Dengan memanfaatkan program pemulihan lingkungan dan perdagangan karbon, investor ritel bisa mendapatkan keuntungan yang signifikan sambil juga berkontribusi pada upaya mengurangi emisi gas rumah kaca. Namun, perlu diingat bahwa investasi di pasar karbon juga memiliki risiko, sehingga investor ritel perlu melakukan analisis yang cermat sebelum membuat keputusan investasi.

Disadur dan ditulis ulang oleh redaksi Regular Investor dari pemberitaan Detik Finance.

Disclaimer: Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Tags: #Economics#Ekonomi