Merek F&B Singapura Terdesak di Tiongkok
Merek F&B Singapura yang dulu sukses di Tiongkok kini terdesak oleh merek lokal dan perubahan perilaku konsumen
Merek F&B Singapura yang dulu sukses di Tiongkok kini terdesak oleh merek lokal dan perubahan perilaku konsumen. Banyak merek F&B Singapura yang dulu berkembang pesat di Tiongkok kini harus menghadapi kenyataan bahwa ekspansi mereka telah berakhir.
Ekspansi yang Terhenti
Food Republic, salah satu merek F&B Singapura yang dulu sukses di Tiongkok, telah menutup outlet terakhirnya di Beijing pada bulan Juni setelah kontrak sewa mereka habis. Ini bukanlah contoh terakhir, karena banyak merek F&B Singapura lainnya juga telah menutup outlet mereka di Tiongkok.
BreadTalk, perusahaan induk Food Republic, juga telah keluar dari pasar Beijing pada akhir Maret. Tahun lalu, merek bakery BreadTalk telah menutup semua outletnya di Chengdu, Sichuan. Sekarang, BreadTalk hanya memiliki sekitar 200 outlet di Tiongkok, turun sekitar 60% dari puncaknya 460 outlet sekitar satu dekade yang lalu.
Perubahan Perilaku Konsumen
Perubahan perilaku konsumen di Tiongkok telah menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan merek F&B Singapura terdesak. Konsumen Tiongkok kini lebih memilih merek lokal dan lebih suka menggunakan platform e-commerce dan pengiriman makanan.
Menurut Ang Kiam Meng, CEO Jumbo Group, konsumen Tiongkok telah menjadi lebih berhati-hati dalam memilih merek dan produk. Merek F&B Singapura harus beradaptasi dengan perubahan ini jika ingin tetap sukses di Tiongkok.
Tantangan Bagi Merek F&B Singapura
Merek F&B Singapura menghadapi tantangan besar di Tiongkok, termasuk persaingan yang ketat dari merek lokal dan perubahan perilaku konsumen. Mereka harus berinvestasi lebih banyak dalam pemasaran dan pengembangan produk jika ingin tetap sukses di Tiongkok.
Menurut Yan Li, dosen senior di Nanyang Technological University, merek F&B Singapura harus lebih agresif dalam memasuki pasar Tiongkok dan berinvestasi lebih banyak dalam pemasaran dan pengembangan produk.
Implikasi Bagi Investor Indonesia
Implikasi dari merek F&B Singapura yang terdesak di Tiongkok bagi investor Indonesia adalah bahwa mereka harus lebih berhati-hati dalam memilih merek dan produk yang ingin diinvestasikan. Mereka harus mempertimbangkan perubahan perilaku konsumen dan persaingan yang ketat di Tiongkok sebelum membuat keputusan investasi.
Disadur dan ditulis ulang oleh redaksi Regular Investor dari pemberitaan BT Economy & Policy.
Disclaimer: Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.