Memuat data pasar…
Economics Makroekonomi

Kasus Korupsi KUR di Jember Merugikan Negara Rp41,4 Miliar

RI

Tim Redaksi Regular Investor

Minggu, 12 Juli 2026

2 menit
Kasus Korupsi KUR di Jember Merugikan Negara Rp41,4 Miliar

Kasus korupsi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jember merugikan negara Rp41,4 miliar, menyoroti peran Collection Agent dalam penyelewengan dana

Kasus korupsi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jember telah mencuat ke permukaan, menunjukkan penyelewengan dana yang merugikan negara sebesar Rp41,4 miliar. Kasus ini melibatkan Collection Agent (CA) yang berperan sebagai perantara dalam penyaluran dana KUR.

Penyelewengan Dana KUR

Menurut pengamat ekonomi dan perbankan Ibrahim Assuaibi, kasus ini bukanlah hal baru. Pola penyelewengan KUR telah terjadi sejak lama di semua bank penyalur karena adanya celah pada sistem penyaluran yang melibatkan CA dan perangkat desa.

KUR seharusnya disalurkan per kelompok usaha seperti petani dan nelayan. Dana diajukan melalui pengumpulan KTP anggota, lalu diproses oleh CA dan disetujui bank penyalur KUR yang dipilih pemerintah. Namun, banyak CA yang bermain dan bekerja sama dengan perangkat desa untuk memanipulasi data dan memberi iming-iming ke masyarakat kelas bawah.

Dampak Penyelewengan KUR

Akibat penyelewengan ini, masyarakat yang namanya dicatut justru yang menanggung cicilan dan bunga, padahal tidak pernah menerima uang. Mereka yang bertanggung jawab adalah ketua kelompok dan CA yang terlibat.

Kondisi ekonomi saat ini membuat oknum semakin berani untuk melakukan penyelewengan. Mereka berpikir bagaimana dapat uang sebanyak-banyaknya untuk usaha lain tapi menggunakan nama rakyat kecil.

Regulasi Lebih Ketat

Ibrahim mendorong pemerintah dan OJK segera memperkuat regulasi dan sanksi. UU P2SK yang sudah direvisi harus benar-benar mengikat pelaku penipuan KUR. OJK harus bekerja sama dengan PPATK untuk melacak aliran dana dan mengetahui siapa yang bersalah.

Pemerintah harus membuat regulasi yang lebih ketat dan tidak hanya merubah regulasi setelah ada kejadian. Masalah penipuan KUR ini sudah ada dari dulu dan harus diatasi dengan serius.

Implikasi Bagi Masyarakat

Masyarakat harus waspada terhadap iming-iming KUR dari orang tak dikenal. Mereka harus cek dulu siapa orangnya, dikenal di desa atau tidak, dan cari di Google untuk mengetahui informasi tentang CA yang terlibat.

Bagi investor ritel Indonesia, kasus korupsi KUR di Jember ini menunjukkan pentingnya melakukan due diligence dan memahami risiko yang terkait dengan investasi. Mereka harus memastikan bahwa investasi mereka tidak terkait dengan penyelewengan dana atau kegiatan ilegal lainnya. Dengan demikian, mereka dapat menghindari kerugian dan memastikan bahwa investasi mereka aman dan menguntungkan.

Disadur dan ditulis ulang oleh redaksi Regular Investor dari pemberitaan Detik Finance.

Disclaimer: Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Tags: #Economics#Makroekonomi