Memuat data pasar…
Global Ekonomi Global

Klub Sepak Bola Liverpool Dijual 30% Sahamnya Seharga £1,35 Miliar

RI

Tim Redaksi Regular Investor

Rabu, 22 Juli 2026

2 menit
Klub Sepak Bola Liverpool Dijual 30% Sahamnya Seharga £1,35 Miliar

Klub sepak bola Liverpool menjual 30% sahamnya seharga £1,35 miliar kepada konsorsium Amit Bhatia

Klub sepak bola Liverpool sedang dalam pembicaraan untuk menjual 30% sahamnya kepada konsorsium yang dipimpin oleh Amit Bhatia, mantan pemilik klub Queens Park Rangers, dengan nilai sekitar £1,35 miliar. Pembicaraan ini telah berlangsung selama tiga bulan dan jika berhasil, maka klub Liverpool akan dihargai sekitar £4,5 miliar.

Proses Penjualan Saham Liverpool

Fenway Sports Group (FSG), pemilik klub Liverpool, telah mengkonfirmasi bahwa mereka telah memulai pembicaraan dengan konsorsium yang dipimpin oleh Bhatia untuk menjual saham minoritas. FSG telah memiliki klub Liverpool sejak 2010 dengan harga £300 juta dan sekarang mereka siap untuk mendapatkan keuntungan yang spektakuler dari investasi mereka.

Nilai Klub Sepak Bola Liverpool

Nilai klub Liverpool yang dihargai sekitar £4,5 miliar ini sejalan dengan nilai klub-klub lainnya yang telah dijual dalam beberapa tahun terakhir. Chelsea, misalnya, dibeli oleh Todd Boehly/Clearlake Capital group seharga £4,25 miliar empat tahun yang lalu. Sementara itu, Sir Jim Ratcliffe membeli 25% saham Manchester United seharga £4,3 miliar pada tahun 2024.

Dampak Penjualan Saham Liverpool

Penjualan saham Liverpool ini dapat memiliki dampak yang signifikan pada dunia sepak bola dan industri olahraga. Dengan konsorsium yang dipimpin oleh Bhatia, klub Liverpool dapat memiliki akses ke sumber daya yang lebih besar dan dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam kompetisi.

Implikasi Bagi Investor Ritel Indonesia

Bagi investor ritel Indonesia, penjualan saham Liverpool ini dapat menjadi contoh bagaimana industri olahraga dapat menjadi sumber investasi yang menarik. Dengan nilai klub sepak bola yang terus meningkat, investor dapat mempertimbangkan untuk berinvestasi di industri ini. Namun, perlu diingat bahwa investasi di industri olahraga juga memiliki risiko yang tinggi dan memerlukan penelitian yang mendalam sebelum membuat keputusan investasi.

Disadur dan ditulis ulang oleh redaksi Regular Investor dari pemberitaan The Guardian Business.

Disclaimer: Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Tags: #Global#Ekonomi Global