
Strategi Ekonomi Suahasil Nazara: Efisiensi APBN dan Kebijakan DHE untuk Pertumbuhan 8%
Strategi Ekonomi Suahasil Nazara untuk Menghadapi Tantangan Global
Wakil Menteri Keuangan RI, Suahasil Nazara, menyoroti dampak ketidakpastian global terhadap perekonomian Indonesia. Kebijakan tarif Amerika Serikat era Donald Trump hingga ketegangan geopolitik dunia menjadi tantangan yang harus dihadapi. Dalam acara terbaru, Suahasil memaparkan langkah-langkah strategis pemerintah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%.
1. Efisiensi APBN untuk Pembangunan Produktif
Suahasil menekankan pentingnya efisiensi dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah berkomitmen untuk meminimalkan inefisiensi dengan refocusing belanja ke arah yang lebih produktif, tanpa mengurangi alokasi untuk program prioritas seperti:
- Pengembangan SDM
- Penciptaan lapangan kerja
- Swasembada pangan dan energi
- Terobosan teknologi
- Bantuan sosial kesehatan dan beasiswa
Program unggulan seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan perumahan rakyat tetap menjadi fokus utama. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
2. Kebijakan Wajib 100% Devisa Hasil Ekspor (DHE)
Pemerintah memperkuat kebijakan wajib penempatan 100% devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA) di dalam negeri, yang mulai berlaku pada 1 Maret 2025. Langkah ini bertujuan untuk memastikan hasil bumi Indonesia dapat dimanfaatkan sepenuhnya di dalam negeri.
Baca Juga : Kinerja Keuangan dan Rencana Bisnis PGEO 2025: Menuju Energi Terbarukan
Baca Juga : Bentuk Holding Operasional, Danantara Siap Sulap BUMN Sakit
Suahasil menyoroti bahwa selama puluhan tahun, hasil tambang Indonesia sering terparkir di luar negeri. Dengan kebijakan ini, pemerintah ingin memastikan bahwa devisa hasil ekspor berputar di dalam sistem keuangan domestik, mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
3. Program Belanja Pemerintah yang Produktif
Kementerian Keuangan telah mendesain program belanja negara agar lebih produktif. Dari total anggaran belanja negara sebesar Rp3.621,3 triliun, sebanyak 15% diarahkan untuk program-program yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Fokus utama meliputi:
- Pengembangan infrastruktur
- Peningkatan daya saing industri manufaktur
- Penanganan inflasi
- Pengurangan tingkat pengangguran dan kemiskinan
Kebijakan fiskal yang fleksibel di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto diharapkan dapat memperkuat perekonomian Indonesia di tengah tantangan global.
Kesimpulan
Strategi yang dipaparkan oleh Suahasil Nazara menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghadapi tantangan global dengan langkah-langkah konkret. Dari efisiensi APBN hingga kebijakan DHE, pemerintah berupaya memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang baik, target pertumbuhan ekonomi 8% bukanlah hal yang mustahil.