Memuat data pasar…
Investment Berita Saham

IHSG Reli 0,91% ke 6.231, Investor Cermati Keputusan Bank Sentral

RI

Tim Redaksi Regular Investor

Senin, 20 Juli 2026

3 menit
IHSG Reli 0,91% ke 6.231, Investor Cermati Keputusan Bank Sentral

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan 0,91% ke level 6.231,78, didorong aksi beli di tengah penantian keputusan suku bunga bank sentral global dan domestik.

IHSG Menguat Hampir 1% di Tengah Sentimen Hati-hati

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan awal pekan pada Senin, 20 Juli 2026, dengan performa impresif, melonjak nyaris satu persen. Indeks acuan pasar modal Indonesia ini berhasil menguat 0,91% atau setara 56,24 poin, mengakhiri sesi di level 6.231,78. Penguatan ini terjadi di tengah sikap kehati-hatian pelaku pasar yang menantikan serangkaian agenda penting dari bank sentral di berbagai negara sepanjang pekan ini.

Aksi beli yang meluas di berbagai sektor menjadi pendorong utama kenaikan IHSG. Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa pergerakan positif indeks didukung oleh membaiknya market breadth, di mana saham-saham yang menguat jauh lebih banyak dibandingkan yang melemah. Tercatat, sebanyak 399 saham berhasil membukukan kenaikan harga, sementara 210 saham terkoreksi, dan 185 saham lainnya bergerak stagnan. Aktivitas perdagangan juga cukup ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp 17,16 triliun, melibatkan 35,57 miliar saham yang berpindah tangan dalam 2,39 juta kali transaksi.

Kinerja Sektor dan Saham Penggerak Utama

Mayoritas sektor di bursa menunjukkan kinerja positif, meskipun ada beberapa yang mengalami koreksi tipis. Sektor-sektor yang menjadi motor penggerak kenaikan IHSG antara lain:

  1. Sektor Barang Baku, yang memimpin dengan kenaikan 2,76%.
  2. Sektor Energi, yang juga tampil perkasa dengan penguatan 1,86%.
  3. Sektor Konsumen Primer, yang turut berkontribusi dengan kenaikan 1,26%.

Di sisi lain, sektor industri, teknologi, dan utilitas menjadi segelintir sektor yang mengalami koreksi pada perdagangan hari ini.

Beberapa saham emiten dengan kapitalisasi besar turut menjadi penopang utama penguatan IHSG. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) memberikan kontribusi terbesar dengan kenaikan 7,3 indeks poin. Disusul oleh PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang menyumbang 6,09 indeks poin, dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dengan 4,61 indeks poin.

Dinamika Arus Modal Asing dan Fokus Investor

Meskipun IHSG ditutup menguat, investor asing secara keseluruhan membukukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp 303 miliar di pasar modal Indonesia pada hari tersebut. Namun, menariknya, ada beberapa saham yang justru menjadi target beli investor asing. Saham BBRI menjadi yang paling banyak diborong dengan nilai beli bersih mencapai Rp 117 miliar. Selain itu, saham TLKM juga menarik minat asing dengan nilai beli bersih Rp 18 miliar, menunjukkan adanya selektivitas dalam investasi asing.

Pergerakan IHSG yang positif ini terjadi di tengah dinamika bursa Asia yang cenderung bervariasi. Investor global masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah yang berpotensi memicu kenaikan harga energi, serta menantikan serangkaian keputusan suku bunga dari bank sentral-bank sentral utama dunia.

Menanti Keputusan Bank Sentral Global dan Domestik

Dari dalam negeri, perhatian utama pelaku pasar tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang dijadwalkan akan diumumkan pada Rabu, 22 Juli 2026. Konsensus pasar secara luas memperkirakan bahwa BI akan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%. Prediksi ini didasari oleh kondisi rupiah yang mulai stabil dan tingkat inflasi yang masih berada dalam rentang sasaran yang ditetapkan oleh bank sentral.

Sementara itu, dari ranah eksternal, pelaku pasar juga menantikan sejumlah agenda penting lainnya. Keputusan mengenai Loan Prime Rate (LPR) China, suku bunga European Central Bank (ECB), serta rilis data perdagangan dan inflasi Jepang, semuanya akan menjadi sorotan. Serangkaian agenda ekonomi global ini diperkirakan akan menjadi penentu arah pergerakan pasar keuangan dunia, termasuk IHSG, sepanjang pekan ini.

Bagi investor ritel di Indonesia, penguatan IHSG pada awal pekan ini bisa menjadi sinyal positif, namun kewaspadaan tetap diperlukan. Keputusan suku bunga dari BI, ECB, dan China akan sangat memengaruhi sentimen pasar dan arah pergerakan harga aset. Disarankan untuk terus memantau perkembangan makroekonomi dan berita terkait bank sentral. Mempertimbangkan saham-saham dengan fundamental kuat yang menjadi incaran investor asing seperti BBRI dan TLKM, serta menjaga diversifikasi portofolio, dapat menjadi strategi yang bijak di tengah ketidakpastian global.

Disadur dan ditulis ulang oleh redaksi Regular Investor dari pemberitaan CNBC Indonesia.

Disclaimer: Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Tags: #Investment#Berita Saham