Djarum Group Diversifikasi ke Peternakan Sapi Perah, Bennix: Strategi Tepat di Tengah Penurunan Industri Rokok
Djarum Group melakukan diversifikasi bisnis ke peternakan sapi perah dengan target 36.000 ekor di Brebes. Menurut Bennix founder of BIG, langkah ini strategis di tengah penurunan industri rokok dan tingginya ketergantungan Indonesia pada impor susu.
Diversifikasi Bisnis Djarum Group
Djarum Group resmi melakukan diversifikasi besar-besaran ke sektor peternakan sapi perah, dengan rencana pengembangan mencapai 36.000 ekor sapi di Brebes. Langkah ini dilakukan di tengah tren penurunan pendapatan industri rokok di Indonesia, yang mendorong perusahaan mencari sumber pendapatan baru yang lebih berkelanjutan.
Menurut Bennix, founder of BIG (Bennix Investor Group), diversifikasi ini merupakan strategi tepat untuk mengamankan masa depan bisnis Djarum.
โIndustri rokok menghadapi tekanan regulasi dan perubahan gaya hidup masyarakat. Diversifikasi ke sektor susu adalah langkah visioner yang bisa menciptakan multiplier effect bagi ekonomi nasional,โ ujar Bennix.
Ketergantungan Impor Susu
Indonesia saat ini masih bergantung pada impor susu hingga 80% dari total kebutuhan nasional. Kondisi ini merugikan peternak lokal dan merupakan dampak dari kebijakan ekonomi masa lalu.
Dengan masuknya Djarum ke bisnis sapi perah, diharapkan ketergantungan impor bisa berkurang secara bertahap, sekaligus memperkuat ekosistem peternakan dalam negeri.
Kalkulator Investasi : Compound Interest Calculator
Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah dipandang sebagai peluang strategis. Dengan adanya dapur MBG yang masif, permintaan susu nasional akan meningkat. Jika Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) bisa dipenuhi 100%, maka ekosistem peternak, petani pakan jagung, hingga nelayan lokal akan ikut terangkat.
Penciptaan Lapangan Kerja
Proyek peternakan terintegrasi ini diproyeksikan menyerap puluhan ribu tenaga kerja dari hulu ke hilir, mulai dari petani pakan hingga peternak sapi. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi daerah dan menciptakan efek berganda bagi masyarakat sekitar.
Masa Depan Industri Susu Indonesia
Narator dalam video menekankan pentingnya Indonesia untuk mandiri dalam produksi susu, bahkan menjadi eksportir di masa depan. Hal ini tidak hanya mengurangi ketergantungan impor, tetapi juga meningkatkan kualitas gizi masyarakat untuk menekan angka stunting.
Menurut Bennix, peluang ini sangat besar:
โDengan program MBG dan dukungan pemerintah, Indonesia bisa membangun industri susu yang kuat. Djarum masuk di saat yang tepat untuk memanfaatkan momentum ini,โ jelasnya.
Baca Juga : Dugaan Manipulasi Harga Ekspor Sawit Seret Saham Emiten CPO di BEI
Penurunan Kinerja Industri Rokok
Diversifikasi Djarum ke sektor susu juga dipicu oleh tren penurunan kinerja industri rokok.
- Gudang Garam mencatat penurunan net revenue dari tahun ke tahun.
- Sampoerna mengalami tren serupa.
- Saham perusahaan rokok terkoreksi tajam hingga puluhan persen dalam lima tahun terakhir.
Hal ini mencerminkan pergeseran gaya hidup masyarakat yang semakin sadar akan kesehatan dan bahaya rokok.
Strategi Keberlanjutan Bisnis
Diversifikasi ke sektor peternakan sapi perah dipandang sebagai langkah strategis untuk mengamankan sumber pendapatan jangka panjang. Selain memanfaatkan peluang dari tingginya ketergantungan impor susu, Djarum juga mendukung program pemerintah dalam meningkatkan gizi masyarakat.
Kesimpulan
Masuknya Djarum Group ke bisnis peternakan sapi perah menunjukkan arah baru strategi korporasi di tengah penurunan industri rokok. Menurut Bennix founder of BIG, langkah ini bukan hanya strategi bisnis, tetapi juga investasi sosial dan ekonomi yang dapat memperkuat ketahanan pangan, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi ketergantungan impor susu.
Disclaimer: Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.