Perang Dagang Trump: Dampaknya terhadap Ekonomi Global dan Mitra Dagang AS

Perang Dagang Dampaknya terhadap Ekonomi Global

Perang dagang yang dijanjikan oleh Presiden Donald Trump kini telah dimulai, membawa ancaman serius bagi perekonomian global. Kebijakan tarif yang diterapkan memberikan beban berat kepada mitra dagang Amerika Serikat di Eropa dan Asia, serta berpotensi mengganggu pasar internasional.

Kebijakan Tarif yang Mengubah Lanskap Perdagangan

Menurut laporan terbaru, barang-barang impor dari berbagai negara kini dikenakan pajak dengan tarif yang jauh lebih tinggi. Kebijakan ini diperkirakan akan meningkatkan biaya untuk berbagai produk, mulai dari mobil, pakaian, hingga komputer. Selain itu, pengenaan tarif ini dapat membatasi ekspor AS dan menyebabkan defisit perdagangan yang signifikan.

Negara-negara dengan surplus perdagangan seperti Inggris dan Argentina dikenakan tarif minimum sebesar 10 persen. Namun, tarif tertinggi diterapkan pada wilayah kecil seperti kerajaan Lesotho di Afrika dan Saint Pierre dan Miquelon, jajahan Prancis di lepas pantai Atlantik Kanada.

Baca Juga : Dampak Tarif Resiprokal Trump terhadap Ekspor Indonesia: Ancaman dan Solusi Strategis

Kritik terhadap Sistem Perdagangan Global

Selama beberapa dekade, perdagangan global telah mengikuti tarif yang disepakati oleh AS dan 122 negara lainnya. Namun, Trump mengkritik aturan tersebut, menyatakan bahwa negara-negara lain telah memanfaatkan sistem ini, yang mengakibatkan penurunan basis manufaktur AS. “Negara kita telah dijarah, dirampok, dan dieksploitasi,” ungkap Trump di Rose Garden.

Dampak terhadap Pasar Keuangan

Pasar keuangan global mengalami penurunan signifikan akibat kebijakan ini. Di Wall Street, indeks industri Dow Jones merosot hampir 4 persen, sementara dolar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya. Investor khawatir tentang kondisi ekonomi AS dan dampaknya terhadap ekonomi global.

Ancaman Resesi Global

Olu Sonola, Kepala Penelitian Ekonomi AS untuk Fitch Ratings, menyatakan bahwa kebijakan tarif ini berpotensi menyebabkan resesi di banyak negara jika terus berlaku dalam jangka waktu yang lama. Hal ini menunjukkan bahwa dampaknya tidak hanya dirasakan oleh AS, tetapi juga oleh ekonomi global.

Baca Juga : Stabil, PT Pertamina Geothermal (PGEO) Raih US$ 407,12 Juta di 2024

Kebijakan Tarif Timbal Balik

Selama kampanye presiden, Trump sering membahas rencana penerapan tarif universal untuk semua barang impor. Dia juga mengancam untuk memberlakukan tarif sebesar 60 persen pada barang impor dari China. Saat ini, kebijakan tarif timbal balik diterapkan sebagai langkah ekstrem yang sesuai dengan janji kampanye Trump.

Ketidakpastian Kebijakan Tarif

Hingga kini, belum ada kepastian apakah tarif tersebut akan bersifat permanen atau jika AS akan menurunkan atau mencabutnya sebagai respons terhadap negara lain yang berupaya mengurangi tarif mereka.

Kebijakan tarif ini menjadi tantangan besar bagi perdagangan global, memicu ketegangan dan ketidakpastian di pasar internasional. Negara-negara mitra dagang AS harus bersiap menghadapi dampaknya dan mencari solusi untuk menjaga stabilitas ekonomi mereka.

Post Comment