OCBC NISP Bagikan Dividen Rp1,03 Triliun dari Laba 2025

PT Bank OCBC NISP Tbk Targetkan Pertumbuhan DPK Double Digit pada 2025

Dividen Tunai Rp1,03 Triliun

PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) resmi mengumumkan pembagian dividen tunai Rp1,03 triliun kepada pemegang saham. Jumlah tersebut setara 20% dari laba bersih 2025 yang mencapai Rp5,06 triliun.

Selain itu, perseroan menyisihkan Rp1 miliar untuk cadangan umum, sementara 80% sisa laba bersih ditetapkan sebagai laba ditahan.

“Rapat menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp45 per saham atau Rp1,03 triliun ditetapkan sebagai dividen tunai,” ujar Direktur Utama OCBC, Parwati Surjaudaja, Minggu (12/4/2026).

Kinerja Keuangan 2025

Sepanjang 2025, OCBC membukukan laba bersih Rp5,06 triliun, tumbuh 3,09% yoy dari Rp4,86 triliun pada 2024. Pertumbuhan profitabilitas ini didorong oleh:

  • Pendapatan bunga neto: naik dari Rp17,81 triliun menjadi Rp17,85 triliun.
  • Efisiensi operasional yang menjaga stabilitas laba meski pertumbuhan relatif moderat.

Sejarah Pembagian Dividen OCBC NISP

OCBC mulai aktif membagikan dividen tunai sejak tahun buku 2021. Tren kenaikan dividen sebelumnya adalah:

  • 2021: Rp22 per saham.
  • 2022: Rp58 per saham.
  • 2023: Rp72 per saham.
  • 2024: Rp106 per saham.

Namun, untuk tahun buku 2025, dividen turun signifikan menjadi Rp45 per saham, atau turun 58% dibanding tahun sebelumnya.

Reaksi Pasar Saham NISP

Pengumuman dividen yang lebih rendah dari ekspektasi memicu reaksi negatif pasar. Saham NISP turun 8,4% dalam sepekan terakhir ke level Rp1.365.

Dengan dividen Rp45 per saham, dividend yield menyusut menjadi 3,3%, lebih rendah dibanding tahun sebelumnya.

Jadwal Pembagian Dividen OCBC NISP

  1. Cum Dividen Pasar Reguler & Negosiasi: 17 April 2026
  2. Ex Dividen Pasar Reguler & Negosiasi: 20 April 2026
  3. Cum Dividen Pasar Tunai: 21 April 2026
  4. Ex Dividen Pasar Tunai: 22 April 2026
  5. Pembayaran Dividen: 4 Mei 2026

Kesimpulan

Meski laba bersih OCBC NISP tumbuh tipis pada 2025, keputusan menurunkan dividen menjadi Rp45 per saham mengejutkan pasar. Penurunan dividend yield dan reaksi negatif investor menunjukkan tantangan bagi perseroan dalam menjaga kepercayaan pemegang saham di tengah persaingan perbankan nasional.

Post Comment