Laba Bersih Laba Bersih (LPPF) Turun Jadi Rp725,4 Miliar Sepanjang 2025
Laba Bersih LPPF Turun 12,4% YoY
PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) melaporkan penurunan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sepanjang tahun buku 2025. Perseroan membukukan laba sebesar Rp725,4 miliar, lebih rendah dibandingkan capaian 2024 yang sebesar Rp827,7 miliar.
Penurunan laba sejalan dengan melemahnya kinerja penjualan sepanjang tahun lalu.
Penjualan Turun di Semua Segmen
Sepanjang 2025, LPPF mencatat penjualan barang dagangan sebesar Rp11,05 triliun, turun dari Rp12,30 triliun pada 2024. Penurunan terjadi di dua segmen utama:
- Penjualan konsinyasi: Rp7,69 triliun (turun dari Rp8,64 triliun).
- Penjualan ritel-gerai: Rp3,35 triliun (turun dari Rp3,66 triliun).
Profitabilitas Tertekan Meski Efisiensi Dilakukan
- Laba kotor: Rp3,81 triliun (turun dari Rp4,26 triliun).
- Beban usaha: berhasil ditekan menjadi Rp2,79 triliun dari Rp2,97 triliun.
- Laba usaha: Rp1,12 triliun, turun dari Rp1,27 triliun.
- Laba sebelum pajak: Rp892,6 miliar, turun dari Rp1,01 triliun.
- Laba per saham: Rp324 per saham, turun dari Rp366 per saham.
Posisi Neraca dan Rasio Keuangan
- Total aset: Rp5,13 triliun (stabil dibanding Rp5,14 triliun pada 2024).
- Total ekuitas: turun menjadi Rp272,9 miliar dari Rp325,8 miliar.
- Total liabilitas: naik menjadi Rp4,86 triliun dari Rp4,81 triliun.
Secara rasio:
- Margin laba kotor: 65,9% (turun dari 66,7%).
- ROA: 14,1% (turun dari 16,1%).
- ROE: naik menjadi 265,8% seiring penurunan basis ekuitas.
Adjusted EBITDA dan Beban Operasional
- Adjusted EBITDA: Rp1,16 triliun, turun dari Rp1,39 triliun pada 2024.
- Rasio beban operasional terhadap penjualan kotor: naik menjadi 26,1% dari 25,1%, mencerminkan tekanan biaya di tengah penurunan pendapatan.
Kesimpulan
Kinerja keuangan LPPF sepanjang 2025 menunjukkan adanya tekanan pada penjualan dan profitabilitas, meski efisiensi beban usaha telah dilakukan. Dengan penurunan laba bersih dan margin yang lebih rendah, perseroan menghadapi tantangan untuk menjaga pertumbuhan di tengah persaingan ritel yang semakin ketat.



Post Comment