Fitch Ratings Naikkan Asumsi Harga Komoditas 2026, Saham Emiten Tambang Berpotensi Positif

Penurunan harga batubara

Fitch Ratings Naikkan Asumsi Harga Komoditas

Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings resmi menaikkan asumsi harga logam dan komoditas tambang untuk 2026. Proyeksi ini dinilai berpotensi menjadi katalis positif bagi kinerja saham emiten pertambangan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Detail Proyeksi Harga Komoditas 2026

  • Tembaga: naik dari USD9.500 menjadi USD11.500 per ton, didorong permintaan elektrifikasi global.
  • Aluminium: naik dari USD2.550 menjadi USD2.900 per ton, mencerminkan permintaan kuat dan pasokan terbatas.
  • Emas: naik dari USD3.400 menjadi USD4.500 per ton, dipicu pembelian bank sentral dan alokasi investasi di tengah tensi geopolitik.
  • Batu bara termal: naik dari USD95 menjadi USD110 per ton, akibat penurunan ekspor Indonesia dan melemahnya produksi China.
  • Nikel: naik ke USD16.000 per ton, seiring kebijakan kuota produksi lebih rendah dari pemerintah Indonesia.

Sentimen Positif untuk Emiten Tambang

Menurut Reza Priyambada, Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, kenaikan asumsi harga komoditas mencerminkan kondisi global dan biasanya menjadi sentimen positif bagi emiten terkait.

Hal senada disampaikan Nafan Aji Gusta Utama, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia. Ia menilai proyeksi Fitch berpotensi menjadi katalis positif bagi saham tambang, khususnya PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang mendapat dukungan dari harga emas tinggi dan program hilirisasi bersama Grup MIND ID.

Performa Emiten Tambang di BEI

  • ANTM: naik 9,03% year to date (ytd) per 27 Maret 2026.
  • MDKA: naik 38,63% ytd.
  • EMAS (PT Merdeka Gold Resources Tbk): target harga Rp9.000–Rp9.400.
  • ARCI (PT Archi Indonesia Tbk): target harga Rp1.755–Rp1.905.
  • ADRO (PT Alamtri Resources Indonesia Tbk): target harga Rp2.520–Rp2.600.
  • PTBA (PT Bukit Asam Tbk): target harga Rp2.900–Rp3.080.

Kesimpulan

Kenaikan asumsi harga komoditas oleh Fitch Ratings menjadi sinyal positif bagi sektor pertambangan Indonesia. Emiten seperti ANTM, MDKA, PTBA, dan ADRO berpotensi memperoleh dorongan kinerja dari tren harga global. Pelaku pasar dapat mencermati kondisi fundamental dan teknikal saham tambang untuk memanfaatkan momentum ini.

Post Comment