Indointernet (EDGE) Ajukan Voluntary Delisting dari BEI, Resmi Jadi Perusahaan Tertutup

Indointernet Ajukan Voluntary Delisting

PT Indointernet Tbk (EDGE) resmi mengajukan penghapusan pencatatan saham secara sukarela (voluntary delisting) dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Keputusan ini bertepatan dengan lima tahun perusahaan teknologi tersebut melantai di pasar modal Tanah Air sejak IPO pada 8 Februari 2021.

Direktur Utama Indointernet, Andrew Joseph Rigoli, menyampaikan bahwa surat permohonan delisting dan suspensi efek telah dikirimkan kepada BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 9 Februari 2026. Permohonan tersebut disetujui, sehingga terhitung sejak 10 Februari 2026, perdagangan saham EDGE resmi dihentikan.

“Dengan ini kami sampaikan bahwa perdagangan saham perseroan telah dihentikan terhitung sejak sesi pertama perdagangan efek hari Selasa tanggal 10 Februari 2026,” ujar Andrew dalam keterbukaan informasi.

Alasan Go Private: Integrasi Bisnis Data Center

Indointernet memutuskan untuk menjadi perusahaan tertutup (go private) karena melihat persaingan di sektor data center semakin ketat meski terus bertumbuh. Sebagai bagian dari grup Digital Edge, perusahaan menilai integrasi antarentitas diperlukan untuk:

  • Menyederhanakan proses pengambilan keputusan.
  • Melaksanakan rencana investasi jangka panjang.
  • Memfasilitasi penyelarasan strategis yang lebih optimal.

Andrew menambahkan bahwa status perusahaan terbuka membatasi fleksibilitas dalam menjalankan strategi bisnis.

Likuiditas Saham EDGE Rendah

Selain alasan strategis, saham EDGE juga dinilai kurang likuid. Hingga 31 Januari 2026, jumlah pemegang saham publik tercatat hanya 1.695 orang dengan free float 7,9%.

Harga saham EDGE saat ini berada di level Rp4.790, jauh di bawah harga IPO sebesar Rp7.375.

“Proses go private dan voluntary delisting juga memberikan kesempatan keluar yang adil dan teratur bagi pemegang saham publik,” jelas Andrew.

Kesimpulan

Keputusan Indointernet untuk melakukan voluntary delisting dari BEI menandai langkah besar dalam strategi bisnisnya. Dengan menjadi perusahaan tertutup, EDGE berharap dapat lebih fokus pada integrasi bisnis data center, efisiensi operasional, serta pengembangan investasi jangka panjang.

Post Comment