
Prospek Cerah Saham PT Avia Avian Tbk (AVIA) di 2025: Pertumbuhan Laba dan Strategi Bisnis
PT Avia Avian Tbk (AVIA), produsen cat terkemuka, mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,66 triliun sepanjang tahun 2024. Angka ini mengalami peningkatan tipis sebesar 1,35 persen dibandingkan dengan tahun 2023 yang tercatat sebesar Rp1,64 triliun. Peningkatan laba ini sejalan dengan pertumbuhan penjualan neto yang meningkat sebesar 6,48 persen menjadi Rp7,47 triliun pada tahun 2024, dibandingkan dengan Rp7,02 triliun pada tahun sebelumnya, berdasarkan laporan keuangan AVIA yang dirilis pada Rabu (26/2/2025).
Pertumbuhan Pendapatan dan Beban Usaha
Pendapatan neto dari kategori pelanggan pihak ketiga dan pihak berelasi masing-masing meningkat pada tahun 2024 menjadi Rp7,41 triliun dan Rp60,08 miliar. Di sisi lain, pendapatan neto berdasarkan jaringan distribusi menunjukkan pertumbuhan pada distributor sendiri yang mencapai Rp6,69 triliun. Namun, pendapatan dari distributor pihak ketiga dan penjualan langsung mengalami penurunan menjadi Rp735,52 miliar dan Rp40,46 miliar.
Dari segi beban usaha, pada tahun lalu mengalami peningkatan menjadi Rp1,57 triliun. Beban penjualan meningkat menjadi Rp1,32 triliun, sedangkan beban umum dan administrasi mencapai Rp253,24 miliar.
Penurunan Ekuitas dan Aset
Jumlah ekuitas AVIA pada tahun 2024 tercatat turun menjadi Rp9,63 triliun dibandingkan dengan posisi tahun 2023 yang sebesar Rp9,92 triliun. Sementara itu, jumlah liabilitas meningkat dari Rp1,24 triliun menjadi Rp1,43 triliun. Jumlah aset perusahaan juga mengalami penurunan tipis dari Rp11,17 triliun pada tahun 2023 menjadi Rp11,06 triliun pada tahun lalu.
Baca Juga : Kinerja dan Prospek PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) di Tahun 2025
Baca Juga : PT Bank OCBC NISP Tbk Targetkan Pertumbuhan DPK 13% pada 2025
Kinerja Saham di Pasar
Sebagai informasi tambahan, saham AVIA ditutup naik 1,17 persen menjadi Rp346 pada Rabu ini (26/2). Meskipun demikian, saham perusahaan yang dimiliki oleh konglomerat Hermanto Tanoko tersebut telah mengalami penurunan sebesar 7,98 persen dalam sepekan dan merosot 16,02 persen dalam sebulan.
Proyeksi dan Prospek Bisnis untuk Tahun 2025
Para analis memiliki pandangan yang optimis mengenai prospek bisnis PT Avia Avian Tbk (AVIA) untuk tahun 2025. Berikut beberapa poin utama yang diungkapkan oleh para analis:
- Program Tiga Juta Rumah: Inisiatif pemerintah untuk membangun tiga juta rumah baru per tahun di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto diharapkan memberikan dampak positif bagi AVIA. Program ini dapat meningkatkan permintaan cat dan produk terkait.
- Strategi Pertumbuhan: AVIA berfokus pada peningkatan pangsa pasar dari pesaing-pesaing lain, terutama yang lebih kecil. Mereka juga menerapkan strategi pertumbuhan berkelanjutan dengan terus berinovasi dalam pengembangan produk dan memperluas jaringan distribusi.
- Ekspansi Bisnis: AVIA memiliki kas yang melimpah, yang memungkinkan mereka untuk terus melakukan ekspansi bisnis. Salah satu proyek besar adalah pembangunan pabrik baru di Cirebon, Jawa Barat, yang diharapkan menjadi pabrik produksi cat terbesar mereka dengan kapasitas 225.000 metrik ton per tahun.
- Kinerja Keuangan: Hingga akhir September 2024, pendapatan neto AVIA meningkat 4,66% year on year (YoY) menjadi Rp 5,40 triliun. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga naik tipis menjadi Rp 1,16 triliun.
Secara keseluruhan, prospek bisnis AVIA untuk tahun 2025 terlihat positif dengan berbagai inisiatif dan strategi yang diterapkan untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan.
Proyeksi Saham PT Avia Avian Tbk (AVIA) untuk Tahun 2025
Para analis memproyeksikan saham PT Avia Avian Tbk (AVIA) untuk tahun 2025 dengan target harga 12 bulan berkisar antara Rp510 hingga Rp840, dengan rata-rata target harga sebesar Rp640. Beberapa analis merekomendasikan untuk membeli saham ini, sementara yang lain memberikan peringkat tahan. Selain itu, AVIA diperkirakan akan tetap berada dalam tren naik dengan potensi kenaikan harga hingga 20-25% dalam jangka panjang.
Namun, penting untuk diingat bahwa proyeksi ini bukanlah rekomendasi investasi dan sebaiknya digunakan sebagai salah satu referensi dalam pengambilan keputusan investasi Anda.
Disclaimer : Keputusan Investasi menjadi tanggung jawab investor